Hotel Senilai Rp 50 Miliar Dibangun di Tondano

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Tondano, Sulawesi Utara, Kamis (3/12). TEMPO/Hariandi Hafid

    Pemandangan Danau Tondano, Sulawesi Utara, Kamis (3/12). TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Tondano - Kawasan pariwisata Danau Tondano di Kabupaten Minahasa bakal mendapat tambahan akomodasi. Hotel berbintang lima bakal dibangun di kawasan itu pada Agustus 2017.

    Baca: Hasil Lokakarya Nasional Danau Berkelanjutan

    Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow mengatakan hotel yang akan dibangun rencananya berkapasitas 88 kamar dan bakal menghabiskan investasi sekitar Rp50 miliar. "Izinnya sementara sedang diproses, dia (investor) akan bangun hotel on site di dalamnya ada air panas khusus untuk yang menginap," ujar Jantje di Tondano, Jumat, 16 Juni 2017.

    Luas Danau Tondano mencapai 4.278 hektare dan saat ini merupakan satu-satunya danau di Indonesia yang memiliki akses jalan di sekeliling danau. Danau Tondano merupakan satu dari 88 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Di samping itu, Danau Tondano juga termasuk satu dari tujuh danau yang tengah direhabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.

    Secara keseluruhan, total anggara untuk restorasi tujuh danau pada 2016 mencapai Rp187,5 miliar sedangkan di 2017 sebanyak Rp330 miliar. Restorasi dilakukan agar pengembangan wisata sejalan dengan pembenahan infrastruktur pada akhirnya disamping menarik pengunjung juga diharapkan menyedot investasi.

    Jantje mengatakan, Pemkab Minahasa bakal menjamin proses perizinan yang ringkas bagi investor yang kepincut membenamkan modal di kabupaten seluas 1.025,85 km² itu. Bahkan, status KSPN membuat Pemkab Minahasa membolehkan investor melakukan alif fungsi lahan pertanian menjadi fasilitas pariwisata.

    Baca: Minahasa Gelar Festival Wisata Setahun Penuh

    "Itu sudah ada di tata ruang, kami akan berikan [izin alih fungsi] untuk pariwisata. Perizinan juga kami tidak akan hambat selama ada keinginan kuat dari investor," ujar Jantje.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.