Atasi Kemacetan Saat Mudik, Tegal Andalkan Jalan Lingkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan jalan layang Klonengan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 29 Mei 2017. Pembangunan empat jalan layang (Klonengan, Dermoleng, Kedambi, dan Kretek) di atas perlintasan kereta api akan rampung sebelum lebaran dan dapat mengurangi kemacetan dari arah Pantura menuju Purwokerto saat puncak arus mudik. ANTARA/Hafidz Mubarak

    Foto udara pembangunan jalan layang Klonengan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 29 Mei 2017. Pembangunan empat jalan layang (Klonengan, Dermoleng, Kedambi, dan Kretek) di atas perlintasan kereta api akan rampung sebelum lebaran dan dapat mengurangi kemacetan dari arah Pantura menuju Purwokerto saat puncak arus mudik. ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, TEGAL – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tegal Kota Ajun Komisaris Besar Semmy Rony Tabaa, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan akibat kiriman kendaraan dari Tol Brebes Timur. Simpulnya yaitu berada di pertigaan Terminal Kota Tegal yang merupakan penghubung jalan lingkar utara.

    Arus kendaraan dari arah barat atau Brebes akan dipecah menjadi dua, yaitu menuju Jalur Pantura Kota Tegal melalui Jalan Kolonel Sugiyono dan sebagian lagi ke jalan lingkar utara. “Nanti kita maksimalkan jalan lingkar utara untuk mengurai kemacetan,” kata dia, Jumat 16 Juni 2017.

    Simak:  Persiapan Mudik, 4 Flyover Tegal & Brebes Rampung 

    Menurut dia, penggunaan jalan lingkar tersebut untuk menghindari kemacetan di Simpang Empat Maya Kota Tegal. Apalagi, di sekitar perempatan tersebut baru saja berdiri pusat perbelanjaan baru yang diprediksi turut mempengaruhi arus lalu lintas. Di perempatan maya nantinya akan dipasang pembatas, sehingga kendaraan dari arah barat akan dibelokkan ke kiri dan tidak bisa lurus maupun belok kanan.

    Pada Jumat siang, 16 Juni 2017, jalan lingkar utara itu ditutup karena sedang diperbaiki. Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tegal, Johardi, mengungkapkan rencananya, jalur tersebut dibuka pada Sabtu, 17 Juni 2017. “Nanti kami pasang rambu-rambu petunjuk arah di sekitar jalingkut,” katanya.

    Johardi menambahkan, jika jalan lingkar utara tidak mampu menampung kendaraan, maka alternatifnya kendaraan akan dialihkan ke Jalan Blanak. Jalan tersebut masih satu jalur dengan jalan yang menuju jalan lingkar. “Nanti titik temunya di Tegalsari lalu ke Jalan Pantura,” katanya.

    Simak:  Mudik Macet di Brebes

    Dia memperkirakan, pada siang hari jumlah kendaraan akan berkurang 10 persen karena pemudik lewat jalan tol fungsional Brebes-Batang. Namun jika malam hari, diprediksi kendaraan yang lewat tegal akan lebih banyak. “Kalau malam kan jalan tol minim penerangan, jadi volume kendaraan yang lewat pantura Kota Tegal hanya berkurang 2 persen,” pungkasnya.

    Jalur Pantura Kota Tegal kerap didera kemacetan saat musim arus mudik lebaran. Guna mengurai kepadatan arus lalu lintas, Kota Tegal hanya mengandalkan satu jalur alternatif yakni Jalan Lingkar Utara (Jalingkut).

    Meski tidak seluruhnya belum dilapisi beton maupun aspal, namun Kepolisian akan tetap memaksimalkan jalur yang panjangnya 4 kilometer tersebut.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.