Nelayan Dapat Bantuan Kapal dan Alat Tangkap dari KKP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan Filipina tengah menyantap makanan di atas kapal nelayannya yang berada di dekat kapal nelayan Cina di dekat Scarborough Shoal di laut Cina Selatan, 5 April 2017. REUTERS

    Nelayan Filipina tengah menyantap makanan di atas kapal nelayannya yang berada di dekat kapal nelayan Cina di dekat Scarborough Shoal di laut Cina Selatan, 5 April 2017. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan 1.086 kapal bagi nelayan di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarif Widjaja, kementeriannya telah menyelesaikan proses lelang semua kapal tersebut.

    "Target kami sekitar Agustus semua kapal selesai dan tinggal dikirimkan," kata Sjarif dalam konferensi persnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017.

    Menurut Sjarif, kapal melekat pada kehidupan sehari-hari nelayan. Karena itu, nelayan yang menerima bantuan kapal dari kementerian mesti mencoba terlebih dahulu kapal yang ada. "Dia harus tahu persis bahwa kapal cocok. Setelah cocok, kami pesankan kapal yang sejenis," ujarnya.

    Untuk alat tangkap pengganti cantrang, menurut Sjarif, kementeriannya telah menghitung jumlah yang diperlukan di seluruh daerah. Berdasarkan hasil verifikasi kementerian, Sjarif menuturkan, alat tangkap yang mesti diberikan kepada nelayan mencapai 15.264 buah.

    Nelayan juga mesti mencoba dahulu alat tangkap yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Setelah mereka puas, diterima. Sepanjang Pantura (pantai utara Jawa) sudah mulai uji coba, seperti Batang, Cirebon, Pati, dan Rembang. Saat ini, mereka sudah mulai terima," tuturnya.

    Sjarif menyatakan pengadaan alat tangkap telah rampung pada 2016. Saat ini, KKP tinggal mengirimkan alat-alat tangkap tersebut kepada para nelayan. "Targetnya akhir tahun ini selesai, termasuk mereka yang memang sudah cocok dan mampu mencari nafkah dengan alat tangkap itu."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.