Harga Karet di Tokyo Lanjut Menguat di Hari Ketiga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga karet kembali ditutup menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat, 16 Juni 2017.

    Harga karet untuk pengiriman November 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,80% atau 1,60 poin ke level 201 yen per kilogram (kg).

    Pada perdagangan Kamis, 15 Juni 2017, harga karet kontrak November 2017 ditutup melejit 1,99 persen atau 3,90 poin ke posisi 199,40 yen per kg.

    Pagi tadi, harga karet dibuka dengan kenaikan tipis 0,05 persen atau 0,10 poin di posisi 199,50 yen per kg. Harga karet telah mencatat kenaikan 7,5 persen pekan ini. Menurut analis perusahaan broker Yutaka Shoji, Gu Jiong, harga karet didorong oleh ekspektasi pemangkasan ekspor.

    “Fokus investor saat ini tertuju pada pertemuan sejumlah negara pengekspor top dunia, ada ekspektasi pembatasan pengiriman,” ujar Gu Jiong, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Otoritas Perdagangan Karet Thailand mengatakan bahwa negaranya akan mengadakan pembicaraan dengan Indonesia dan Malaysia untuk berupaya menstabilkan harga karet. Salah satu yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah langkah pembatasan ekspor.

    Turut menopang karet, nilai tukar yen terpantau melemah 0,29 persen atau 0,32 poin ke 111,25 yen per dolar AS pada pukul 13.53 WIB, setelah kemarin berakhir terjerembab 1,23 persen di posisi 110,94.

    Pergerakan Harga Karet Kontrak November 2017 di TOCOM


































    Tanggal

    Harga (Yen/Kg)

    Perubahan

    16 Juni 2017

    201,00

    +0,80 persen

    15 Juni 2017

    199,40

    +1,99 persen

    14 Juni 2017

    195,50

    +5,50 persen

    13 Juni 2017

    185,30

    -0,86 persen

    12 Juni 2017

    186,90

    -0,05 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.