PT Totalindo Eka Persada Resmi Melantai di BEI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BEI Tito Sulistio (tengah) bernyanyi bersama  saat penutupan perdagangan saham yang dimeriahkan Slank di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2016. Dana tersebut berasal dari IPO, rights issue, maupun obligasi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Direktur Utama BEI Tito Sulistio (tengah) bernyanyi bersama saat penutupan perdagangan saham yang dimeriahkan Slank di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2016. Dana tersebut berasal dari IPO, rights issue, maupun obligasi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Totalindo Eka Persada Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 16 Juni 2017. Perseroan ini menjadi emiten ke-11 yang melantai di bursa pada 2017 dan emiten ke-546 yang melakukan listing di BEI dengan kode emiten TOPS. 

    "Ini untuk meningkatkan kompetensi kami. Kami berkomitmen membangun negeri dengan berpartisipasi dalam proyek pemerintah membangun rumah susun guna menyediakan hunian layak bagi masyarakat," ujar Direktur Utama PT Totalindo Eka Persada Tbk Donald Sihombing dalam acara pencatatan perdana saham di BEI, Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017.

    Simak:  Semester 1 2017, 10 Emiten Dipastikan Melantai di Bursa

    Perseroan melepaskan saham ke publik melalui skema Penawaran Umum Perdana (IPO) sebanyak 1.666.000.000 saham baru dengan nominal Rp 100 setiap saham yang mewakili sebesar 24,99 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO. 

    Jumlah itu termasuk saham yang dialokasikan untuk pelaksanaan program ESA sebanyak 0,997 persen dari jumlah saham yang ditawarkan di Bursa Efek Indonesia. Tercatat tiga perusahaan penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Bahana Sekuritas, PT CSLA Sekuritas Indonesia, dan PT Indopremier Sekuritas.

    Harga perdana saham pada penawaran umum perdana saham, 12 hingga 13 juni 2017, ditawarkan pada Rp 310 per lembar saham. "Harga itu mendapat respons positif dari investor," kata dia.

    Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum itu adalah Rp 516,46 milyar. "Rencananya 60 persen untuk kebutuhan modal kerja perseroan, sekitar 35 persen untuk pembayaran sebagian utang perseroan, sisanya untuk pengembangan bisnis di bidang konstruksi, melalui pembelian mesin, alat berat, dan peralatan konstruksi," kata dia. 

    Pada saat pertama kali dicatatkan, harga saham perusahaan konstruksi bangunan itu naik 49,68 persen atau sebanya 154 poin ke harga Rp 464, dengan level tertinggi Rp 464 dan level terendah 400.

    Pada saat yang sama frekuensi transaksi saham TOPS mencapai 117 kali dengan nilai transaksi Rp 1,81 miliar dan volume 40.473 lot saham. 

    Totalindo membukukan nilai kontrak baru senilai Rp 1,449 triliun hingga pertengahan Juni 2017, denga. 52,4 persen berasal dari proyek pemerintah dan sisanya dari proyek swasta. 

    Perusahaan itu meraup keuntungan sebesar Rp 201,3 miliar dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 108 persen pada akhir tahun 2016.

    CAESAR AKBAR | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.