Akuisisi Tiket.com, Blibli.com Yakin Tumbuh 2,5 Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiket.com

    Tiket.com

    TEMPO.CO, Jakarta - E-commerce Blibli.com memperluas kategori produk perjalanan mereka dengan mengakuisisi biro perjalanan dalam jaringan (online travel agent) Tiket.com. “Tiket.com memiliki track record bisnis yang bagus, dalam waktu relatif singkat tumbuh menjadi salah satu OTA terbesar di Indonesia, sama-sama berfokus pada kepuasan pelanggan dan dinilai konsisten dalam menjalankan bisnisnya," kata CEO Blibli.com Kusumo Martanto, kutip di laman Antara, Jumat 16 Juni 2017.

    Simak:  Blibli Hadirkan Unilever Anchor Store

    Kusumo melihat visi misi dan nilai perusahaan Tiket.com memiliki banyak kesamaan dengan Blibli.com Dengan banyaknya kesamaan ini, dia berharap dapat memudahkan proses sinergi. "Berdasarkan pertimbangan inilah kami mantap untuk melakukan akuisisi.”

    Penandatanganan kesepakatan sudah berlangsung pada Senin 12 Juni 2017 oleh Kusumo dan pendiri Tiket.com Gaery Undarsa. Pada kesempatan itu, George Hendrata juga diangkat sebagai CEO Tiket.com yang baru.

    Simak:  Di Harbolnas, Blibli.com Gelar Promo Uang Kembali 100 Persen

    Blibli.com membuat kategori Blibli Travel sejak tahun lalu, dengan varian produk tiket kereta api, kupon hotel hingga tiket wisata.

    Gaery menyatakan proses akuisisi telah dilakukan sejak lima bulan lalu. Ia melihat ini adalah kesempatan untuk bertumbuh baik dari rencana sinergi maupun dari segi penetrasi pasar.

    Blibli.com akan memberikan dukungan penuh untuk Tiket.com baik dari sisi share inventory, program penjualan, promosi termasuk penetrasi ke sosial media, serta memperkuat tim atau sumber daya manusia.

    “Blibli.com optimis dari sisi bisnis akan terjadi pertumbuhan secara organik dan non-organik sebanyak 2,5 kali pada semester dua tahun ini.” kata Kusumo.

    Tiket.com saat ini merupakan salah satu OTA yang memiliki inventaris terbesar untuk produk tiket, pesawat, hotel, kereta api, car rental serta tiket konser. Situs tersebut bekerjasama dengan lebih dari 35 maskapai penerbangan internasional dan domestik, serta ribuan hotel domestik dan international. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.