Harga Karet Ditutup Berbalik Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga karet ditutup berbalik melemah pada perdagangan hari ini, Selasa, 13 Juni 2017.

    Harga karet untuk pengiriman November 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 0,86 persen atau 1,60 poin ke level 185,30 yen per kilogram.

    Baca
    Bank Dunia: Fundamental Ekonomi RI Kuat
    Sri Mulyani Yakin Ekonomi Indonesia 2017 Positif

    Sebelumnya, harga karet sempat dibuka dengan kenaikan 0,05 persen atau 0,10 poin di posisi 187,00 yen per kg. Harga karet sempat terus berada di zona hijau sepanjang perdagangan menyusul adanya kekhawatiran terhadap kebijakan pengurangan ekspor Thailand.

    Kodakod Kittipol, Marketing Manager Thai Hua Rubber, mengatakan penguatan karet terjadi karena permintaan karet tetap dan pasokan tidak setinggi yang sebelumnya diperkirakan karena adanya hujan berkepanjangan. “Selain itu, juga ada kekhawatiran terhadap pembatasan ekspor oleh produsen di Thailand,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg. Namun, menjelang akhir perdagangan, harga karet terus melemah, hingga akhirnya ditutup di zona merah.

    Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melemah 0,16 persen atau 0,18 poin ke 110,13 yen per dolar AS pada pukul 13.29 WIB.

    Pergerakan Harga Karet Kontrak November 2017 di TOCOM


































    Tanggal

    Harga (Yen/Kg)

    Perubahan

    13/6/2017

    185,30

    -0,86 persen

    12/6/2017

    186,90

    -0,05 persen

    9/6/2017

    187,00

    +2,97 persen

    8/6/2017

    181,60

    -2,10 persen

    7/6/2017

    185,50

    -0,16 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.