Bank Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Kebutuhan Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menyiapkan dana tunai Rp 2 triliun melalui anjungan tunai mandiri (ATM) untuk periode menjelang dan sesudah Lebaran pada pekan terakhir bulan ini.

    Dari sisi operasional cabang, Danamon akan tutup mulai 24 Juni hingga 29 Juni 2017, dan akan beroperasi kembali pada 30 Juni 2017. “Danamon berkomitmen tetap melayani kebutuhan transaksi perbankan nasabah, baik dalam ketersediaan uang tunai maupun melalui layanan jaringan fisik dan elektronik, seperti ATM dan mesin setor tunai,” ujar Direktur Syariah dan Operations Danamon Herry Hykmanto dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Juni 2017.

    Baca: Bank Indonesia Sediakan Rp 86 Triliun Uang Baru untuk Lebaran

    Herry mengatakan selama libur dan cuti bersama Lebaran, nasabah dapat bertransaksi melalui electronic channel atau jaringan elektronik Danamon yang memberikan layanan 24 jam. Adapun di antaranya di ATM yang meliputi transfer online ke bank lain yang telah terhubung dengan jaringan ALTO, ATM Bersama maupun Prima, setoran tunai melalui cash deposit machine (CDM) dan phone banking Hello Danamon di 1-500-090.

    “Selain itu, nasabah dapat bertransaksi melalui kemudahan yang diberikan layanan digital banking Danamon,” ujarnya. Layanan itu di antaranya melalui internet, Danamon Online Banking untuk nasabah individu dan Dconnect untuk nasabah institusi; layanan perbankan melalui telepon seluler, SMS Banking; serta aplikasi mobile banking untuk smartphone, D-Mobile dan Dcard Mobile.

    Simak: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen

    “Dalam momen libur Lebaran dan cuti bersama, transaksi perbankan melalui Danamon menjadi sangat mudah dan bebas dilakukan kapan saja,” ucapnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.