Perjanjian Jual Beli Gas Masela Tunggu Kepastian Harga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Memberikan Keterangan Pers di Gedung Kemenperin Jakarta, Jumat 3 Januari 2017. Tempo/ Tongam sinambela

    Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Memberikan Keterangan Pers di Gedung Kemenperin Jakarta, Jumat 3 Januari 2017. Tempo/ Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan kontraktor Wilayah Kerja (WK) Masela, Inpex Corporation, menunggu kepastian harga.

    "Tandatangan itu setelah semuanya jelas, baik soal harga, lokasi dan rencana produksinya kapan," kata Airlangga kepada Antaranews di Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

    Airlangga menambahkan, setelah semua asumsi tersebut selesai, tiga perusahaan yang berencana menyerap gas pipa Masela akan melakukan studi kelaikan hingga akhirnya proses penandatanganan.

    Adapun tiga perusahaan yang berencana menyerap gas pipa Masela yakni PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Kaltim Methanol Industry, dan PT Elsoro Multi Pratama.

    "Sementara itu dulu," tukas Airlangga.

    Menurutnya, Kementerian Perindustrian memerlukan konfirmasi tentang kelaikan proyek petrokimia yang sedang dibangun di Blok Masela.

    "Kementerian ESDM perlu memastikan program Masela. Itu kita minta konfirmasi. Tentu konfirmasi itu membutuhkan juga waktunya kapan. Karena kebutuhan feasibiliry study kan terkait dengan waktu, supply and demand daripada komoditi itu sendiri," papar Airlangga.

    Ia menyampaikan, saat ini pembicaraan terkait Blok Masela masih seputar rencana program dan rencana pengambilan jumlah gas.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.