IHSG Naik Turun di Awal Dagang, Pasar "Wait and See"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menghadiri acara penutupan perdagangan IHSG bulan Januari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Sejumlah pengunjung menghadiri acara penutupan perdagangan IHSG bulan Januari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik ke zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin, 12 Juni 2017.

    IHSG hari ini dibuka turun 0,12 persen atau 6,80 poin di level 5.668,72 dan naik 0,08 persen atau 4,80 poin ke level 5.680,32 pada pukul 09.08 WIB.

    Adapun pada perdagangan terakhir pekan lalu (Jumat, 9 Juni 2017), IHSG ditutup melemah 0,48 persen atau 27,40 poin di level 5.675,52.

    Sebanyak 19 saham bergerak menguat, 11 saham bergerak melemah, dan 519 saham stagnan dari 549 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama dari sektor aneka industri (+0,99 persen) dan infrastruktur (+0,26 persen).

    Adapun sektor konsumen dan industri dasar masing-masing turun 0,37 persen dan 0,08 persen.

    Oso Securities memprediksi IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 5.640 - 5.736 pada perdagangan hari ini.

    Tim analis Oso Securities menyebutkan pelaku pasar asing nampaknya masih wait and see, menantikan rapat The Fed pekan ini.

    Adapun data ekonomi dari dalam negeri yang dapat diperhatikan yaitu rilisnya penjualan motor Indonesia bulan Mei dan pemesanan mesin Jepang bulan April.

    Di bursa regional, indeks FTSE Straits Time Singapura pagi ini menguat 0,29 persen, indeks FTSE KLCI Malaysia naik 0,19 persen, sedangkan indeks PSEi Filipina menanjak 0,40 persen.

    Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 naik 0,07 persen atau 0,36 poin ke 503,03 pada pukul 09.09 WIB, setelah dibuka turun 0,19 persen atau 0,96 poin di posisi 501,71.

    Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,02 persen atau 2 poin ke Rp13.289 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB, setelah dibuka stagnan di posisi 13.291.

    Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:





















    BMRI


    +0,41 persen


    UNVR


    +0,32 persen


    ASII


    +0,29 persen


    KLBF


    +0,65 persen


    Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:





















    BBRI


    -1,22 persen


    HMSP


    -0,78 persen


    TLKM


    -0,23 persen


    GGRM


    -0,66 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.