Sejak 2015, Indonesia Masuk 9 Besar Industri Manufaktur Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan kuartal pertama tahun ini, menurun 4,38% dibandingkan dengan kuartal IV/2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja menyelesaikan pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan kuartal pertama tahun ini, menurun 4,38% dibandingkan dengan kuartal IV/2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri manufaktur Indonesia naik level menjadi 9 besar di dunia setelah sebelumnya berada di posisi 10 besar sejak 2015, demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

    "Indonesia naik posisi, jadi posisi 9 sejak 2017. Itu yang disampaikan Perwakilan UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) di Indonesia Shadia Bakhait Hajarabi," kata Airlangga usai bertemu dengan  Shadia Bakhait Hajarabi kepada Antaranews di Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

    Kendati belum menerima berkas statistik secara resmi, Airlangga mengatakan bahwa kenaikan tingkat  tersebut disebabkan oleh jumlah produksi industri manufaktur yang semakin bertambah di dalam negeri.

    "Itu menghitungnya dari manufacturing value added. Jumlahnya meningkat. Kita sama-sama posisinya dengan Inggris," tukas Airlangga.

    Menanggapi prestasi tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa seluruh pihak harus tetap bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. "Mesti kerja terus. Kita sedang minta detail soft copy dari laporan itu," pungkasnya.

    Diketahui, industri manufaktur menyumbang hampir seperempat produk domestik bruto Indonesia. Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan positif. Bahkan di tengah krisis keuangan global, saat kondisi ekonomi negara industri maju menurun. Selain itu, sektor industri manufaktur masih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.