BI Sebut Dua Harga Komoditas Ini Masih Perlu Dicermati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kedua kiri) meninjau stan yang menjual bawang putih ketika pembukaan Pasar Murah Ramadan Berbagi di area parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, 7 Juni 2017. Berdasarkan data harga kebutuhan pokok selalu naik menjelang Lebaran. ANTARA/Aprillio Akbar

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kedua kiri) meninjau stan yang menjual bawang putih ketika pembukaan Pasar Murah Ramadan Berbagi di area parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, 7 Juni 2017. Berdasarkan data harga kebutuhan pokok selalu naik menjelang Lebaran. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan beberapa komoditas pangan relatif mengalami perbaikan harga pada 2017 dibandingkan tahun lalu. Komoditas yang dimaksud Agus adalah bawang merah, cabai merah, dan minyak goreng.

    Baca: Pusat Informasi Harga Pangan Nasional Resmi Diluncurkan

    "Harga beras relatif stabil. Adapun beberapa harga komoditas yang masih perlu dicermati adalah bawang putih dan cabai rawit," kata Agus di Kompleks BI, Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

    Bawang putih, menurut Agus, harga rata-rata hingga Mei 2017 lebih mahal 16,45 persen dibandingkan harga rata-rata pada 2016. "Kondisi yang sama terjadi pada cabai rawit. Jika dibandingkan dengan harga rata-rata pada 2016, harga rata-rata hingga Mei 2017 lebih mahal 71 persen," ujarnya.

    Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pada Juni, harga bawang putih memang melonjak. Dia berjanji akan menurunkan harga hingga Rp 30 ribu per kilogram di pedagang eceran dan Rp 35 ribu kilogram di pasar ritel modern. "Kalau berani menjual di atas itu, izin kami cabut," ucapnya.

    Selain itu, Enggar menuturkan, terdapat kenaikan pada harga telur ayam dan daging ayam. Namun, kenaikan tersebut adalah akibat dari harga yang begitu rendah dalam beberapa waktu terakhir. "Yang sampai peternaknya bangkrut. Untuk yang ini saya tidak mau ada intervensi," katanya.

    Baca: Harga Cabai Rawit Tembus Seperempat Juta Rupiah

    Saat ini, menurut Enggar, harga telur ayam belum pulih karena peternak belum mendapat keuntungan yang wajar. "Dalam beberapa hari terakhir malah turun kembali dan kami terpaksa menerapkan harga acuan untuk pembeli dari peternak Rp 18 ribu per kilogram. Harga di pasar masih Rp 15.600."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.