Stagnan di 13.292, Rupiah Fluktuatif di Pasar Spot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah menembus posisi Rp13.292 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin, 12 Juni 2017. Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau pada pukul 10.00 WIB menempatkan Jisdor di Rp 13.292 per dolar AS, posisi yang sama dengan posisi Jisdor pada Jumat, 9 Juni 2017.

    Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau stagnan di Rp 13.291 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka stagnan di posisi Rp 13.291. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp 13.286-Rp 13.293 per dolar AS.

    Adapun pada perdagangan Jumat, rupiah ditutup menguat 0,05 persen atau 7 poin ke Rp 13.291 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini melandai 0,13 persen atau 0,124 poin ke 97,150 pada pukul 09.58 WIB.

    Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,04 persen atau 0,041 poin di level 97,233, setelah pada perdagangan Jumat berakhir naik 0,37 persen atau 0,356 poin di posisi 97,274. Binaartha Securities memprediksikan peluang pelemahan rupiah pada perdagangan  hari ini.

    Dalam risetnya, tim analis Binaartha menyebutkan harapan akan membaiknya laju rupiah akhirnya terwujud dimana laju rupiah mampu menguat di akhir pekan, meskipun sentimen dari pemilu di Inggris belum sepenuhnya mereda yang disertai dengan melemahnya mata uang EUR terhadap USD.

    Namun, melihat reaksi pasar di Inggris sendiri yang cenderung stabil membuat penurunan EUR tidak terlalu dalam sehingga laju rupiah berkesempatan untuk berbalik naik. Laju rupiah pun lebih banyak dipengaruhi pergerakan secara teknikal. Adanya rilis nama-nama yang lolos dalam Dewan Komisioner OJK, hanya direspon sesaat oleh rupiah.

    "Sebelumnya kami sampaikan, meski hanya melemah tipis namun, laju Rupiah masih dalam area negatif sehingga perlu diwaspadai jika nantinya masih dimungkinkan terjadi pelemahan lanjutan," ujar mereka dalam risetnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.