Pusat Informasi Harga Pangan Nasional Resmi Diluncurkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kedua kiri) meninjau stan yang menjual bawang putih ketika pembukaan Pasar Murah Ramadan Berbagi di area parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, 7 Juni 2017. Berdasarkan data harga kebutuhan pokok selalu naik menjelang Lebaran. ANTARA/Aprillio Akbar

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kedua kiri) meninjau stan yang menjual bawang putih ketika pembukaan Pasar Murah Ramadan Berbagi di area parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, 7 Juni 2017. Berdasarkan data harga kebutuhan pokok selalu naik menjelang Lebaran. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.COJakarta - Bank Indonesia dan pemerintah resmi meluncurkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Sistem tersebut akan mendukung pengendalian inflasi pangan melalui ketersediaan data informasi pangan yang akurat, mulai produksi, pasokan stok, hingga harga di tingkat konsumen.

    Baca: Harga Pangan Bergejolak, Polri Bentuk Satgas Khusus

    "Menindaklanjuti arahan Presiden, dikembangkan sistem informasi pangan yang sekaligus berfungsi sebagai sistem koordinasi kebijakan pengendalian harga pangan yang disebut PIHPS dalam skala nasional," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Kompleks BI, Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

    Menurut Agus, PIHPS dimaksudkan sebagai rumah bagi data harga pangan daerah, alat monitoring harga, koordinasi kebijakan, serta sarana untuk memperluas akses informasi harga bagi masyarakat. "Informasi PIHPS fokus pada sepuluh komoditas dengan 21 varian yang paling sering menjadi sumber tekanan inflasi," ucapnya.

    Agus berujar, sepuluh komoditas tersebut memiliki bobot lebih dari 50 persen dalam inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food. Artinya, inflasi volatile food dapat ditekan apabila BI bersama pemerintah berhasil mengendalikan harga sepuluh komoditas tersebut. 

    Saat ini, menurut Agus, data dalam PIHPS dikumpulkan melalui survei langsung di 164 pasar tradisional dari 82 kota sampel inflasi. Pada 2017, direncanakan akan ditambah data dari survei langsung di pasar modern dari 52 kota sampel inflasi dan data dari pedagang besar. "Diharapkan pada semester kedua 2017 sudah dapat dipublikasikan." 

    Tahun depan, Agus menambahkan, BI akan mengembangkan data di tingkat produsen untuk sepuluh komoditas yang sama. "Selain melakukan perluasan jenis data, tim teknis tengah mengkaji untuk melengkapi fitur dengan fitur transaksi komoditas pangan antar-produsen dan konsumen secara online untuk memperpendek rantai niaga barang," ucapnya.

    Agus berharap, PIHPS dapat menambah referensi bagi publik guna memperoleh informasi pangan. "Dengan semakin luasnya akses informasi pangan bagi pelaku ekonomi, secara bertahap gejolak harga yang bersumber dari sisi pasokan akan semakin rendah seiring dengan semakin rasional dan efisiennya masyarakat," katanya.

    Baca: Pantau Harga Pangan, Kementan Siapkan Posko di ... 

    Selain itu, menurut Agus, kekayaan informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk strategi perumusan kebijakan pembangunan kedaulatan pangan nasional dan strategi pengembangan infrastruktur konektivitas antardaerah. "Di BI, data PIHPS telah dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan akurasi proyeksi inflasi."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.