Perusahaan Pengelola Transaksi Bank Akan Dibentuk Agustus Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Direktur Finance&Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi tengah berbincang usai paparan publik Bank Mandiri di Jakarta, 24 Agustus 2016. Bank Mandiri akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target indikatif Rp 5 triliun sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan perbaikan struktur pendanaan bank dalam jangka panjang. TEMPO/Tony Hartawan

    (ki-ka) Direktur Finance&Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi tengah berbincang usai paparan publik Bank Mandiri di Jakarta, 24 Agustus 2016. Bank Mandiri akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target indikatif Rp 5 triliun sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan perbaikan struktur pendanaan bank dalam jangka panjang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pembentukan kelembagaan perusahaan pengelola transaksi bank nasional ditargetkan rampung pada Juli atau Agustus mendatang. Untuk operasionalisasinya, kata dia, bertahap.

    "Idenya supaya ada lembaga settlement lokal. Jadi, penggunaan kartu di dalam negeri tidak perlu menggunakan routing internasional," kata Tiko, sapaan akrab Kartika, di Plaza Mandiri, Jakarta, Minggu, 11 Juni 2017.

    Baca: Mandiri-Pertamina Bikin Kartu Kredit untuk Transaksi BBM

    Pada dasarnya, menurut Tiko, Bank Indonesia ingin adanya sistem pembayaran lokal. Saat ini, kata dia, semua transaksi kartu masih melalui routing luar negeri. "BI ingin tahun ini ada switching company lokal yang bisa melakukan transaksi settlement di dalam negeri," tuturnya.

    Menurut Tiko, perusahaan jasa tersebut akan dibentuk oleh empat bank buku IV, yakni Bank Mandiri, PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk, serta perusahaan pengalih (switching) dalam negeri.

    Simak: Kuartal I 2017, Bank Mandiri Raih Laba Bersih Rp 4,1 Triliun

    Nantinya, Tiko mengatakan, Bank Mandiri akan menggunakan anak usahanya, Mandiri Capital, untuk mengimplementasikan pembentukan perusahaan pengelola transaksi bank nasional tersebut bersama bank-bank lainnya. "Nanti kami harus investasi di situ," ujar Tiko.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.