Buka Cabang di Malaysia, Bank Mandiri Kucurkan Dana Rp 935 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo saat berbuka bersama dengan anak yatim/piatu di Masjid An-Nur, Plaza Mandiri, Jakarta, 11 Juni 2017. Tempo/Maya Ayu

    Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo saat berbuka bersama dengan anak yatim/piatu di Masjid An-Nur, Plaza Mandiri, Jakarta, 11 Juni 2017. Tempo/Maya Ayu

    TEMPO.COJakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan membuka kantor cabang di Malaysia. Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, perseroan telah mengalokasikan dana sekitar 300 juta ringgit Malaysia atau Rp 935 miliar untuk pembukaan kantor cabang tersebut. 

    Menurut Tiko, sapaan akrab Kartika, Bank Mandiri sedang dalam proses mendapatkan Qualified Asean Bank (QAB). “Saya sudah ke bank sentral Malaysia beberapa hari yang lalu dan sudah mendapatkan green light. Saat ini, kami sedang mengajukan proposal final dan semoga Agustus ini sudah mendapat lisensi," kata Kartika di Plaza Mandiri, Jakarta, Ahad, 11 Juni 2017.

    Bank Mandiri, kata Tiko, akan menginjeksikan modal dalam tiga tahap. "Komitmen awalnya sekitar 100 juta ringgit atau US$ 50-60 juta," tuturnya.

    Selain itu, Tiko mengatakan, perusahaannya tengah menjajaki peluang akuisisi beberapa perusahaan di Filipina. Bank Mandiri telah menyiapkan Rp 10 triliun untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan tersebut. "Kami tidak terlalu berminat mengakuisisi perusahaan dalam negeri. Saat ini kami sudah punya tiga bank," katanya.

    Menurut Tiko, Bank Mandiri akan menginjeksikan modalnya ke PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan sistem pembayaran, termasuk pengalih (switching), di mesin ATM bank-bank BUMN.

    Tiko menuturkan, karena holding empat bank BUMN belum terbentuk, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu harus menginjeksikan modalnya secara langsung. "Totalnya Rp 800 miliar tapi dibagi berempat sesuai dengan size-nya masing-masing," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.