Hoax, WhatsApp Berubah Warna  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo aplikasi Whatsapp. whatsappbrand.com

    Logo aplikasi Whatsapp. whatsappbrand.com

    TEMPO.CO, London - Bagi pengguna aplikasi WhatsApp berhati-hatilah bila menerima pesan yang memberi tahu bahwa layanan chatting populer ini dapat disesuaikan dengan berbagai warna. Jangan sekali-sekali mengeklik link yang disuguhkan lantaran pesan ini sebenarnya scam, yakni berita elektronik yang membohongi dan bersifat menipu.

    Pesan tipuan ini pertama kali ditemukan oleh pengguna Reddit, yuexist. Begitu pesan diterima, si pengguna diminta membagikan pesan tersebut kepada 12 temannya untuk mengaktifkan dan memverifikasi fitur warna itu. Setelah verifikasi selesai, korban diberi tahu bahwa warna WhatsApp hanya dapat digunakan di desktop dan untuk membuat fitur baru ini bekerja, mereka diminta memasang ekstensi bernama BlackWhats dari Webstore Google Chrome.

    Pesan dan ekstensi tersebut sebenarnya palsu dan berakhir dengan terpasangnya iklan jahat sekaligus menginfeksi 12 orang lainnya di saat yang bersamaan.

    Dilansir dari Express.co.uk, kejadian ini bukanlah kali pertama pengguna WhatsApp menjadi korban pesan scam. Awal tahun ini sebuah pesan hoax dikirim jutaan kali yang menyatakan bahwa "WhatsApp akan dikenakan biaya”. Kemudian pesan dilanjutkan untuk peringatan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan biaya harian adalah meneruskan pesan itu ke setidaknya sepuluh kontak.

    Pihak WhatsApp akhirnya mengkonfirmasi bahwa pesan tersebut hoax dan diminta untuk tidak meneruskannya. Ia memastikan bahwa layanan WhatsApp tetap gratis dan tak berbayar. WhatsApp menyarankan agar pengguna tidak berinteraksi dengan pesan yang menyuruh untuk meneruskan pesan yang berisi penawaran hadiah atau klaim dari WhatsApp itu sendiri.

    "Kami selalu menyarankan Anda untuk memblokir pengirim, mengabaikan pesan dan menghapusnya," kata pernyataan pers WhatsApp Inc, perusahaan pengembang WhatsApp.

    AHMAD FAIZ | EXPRESS.CO.UK

    https://www.express.co.uk/life-style/science-technology/805007/WhatsApp-color-spam-message-warning


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.