Strategi BRI Life Bidik 8 Juta Nasabah di 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asuransi. piperreport.com

    Ilustrasi asuransi. piperreport.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera atau BRI Life menggeber potensi bisnis di segmen mikro, dengan membidik 8 juta nasabah di tahun ini.

    Direkur BRI Life Fabiola Sondakh menilai menilai potensi pada segmen mikro tidak terlepas dari banyaknya nasabah mikro yang dimiliki oleh induk usaha. Yakni PT Bank Rakyat Indonesia atau Bank BRI.

    Menurut Fabiola, nasabah mikro dari bank pelat merah tersebut sudah mencapai 11 juta jiwa. Namun yang sudah didapat dari BRI Life masih tergolong kecil, hanya sekitar 3 persen. Pasalnya, premi untuk asuransi mikro tergolong murah dan sesuai dengan profil nasabah mikro yang dimiliki oleh Bank BRI.

    “Peserta eksisting saat ini 880.000 untuk khusus mikro insurance yaitu dari sektor retail,mikro dan konsumer,” ujarnya kepada Bisnis.com, Sabtu 10 Juni 2017.

    Simak: BRI Lindungi Nasabah Mikro dengan Asuransi AM-KKM

    Guna menggenjot asuransi mikro, perseroan tetap akan bersinergi dengan induk perusahaan, yaitu dengan fokus melalui kanal distribusi pemasaran bancassurance. Apalagi BRI memiliki jaringan-jaringan yang luas seperti kantor unit dan Teras BRI diberbagai daerah seluruh Indonesia.

    “Kami akan mengoptimalisasi big data custumer BRI dengan memaksimalkan jaringan distribusi melalui sistem yang terintegrasi antara bank dan asuransi,” jelasnya.

    Apalagi, katanya, bank assurance menjadi penyumpang terbesar, size-nya bisa dikatakan mencapai 80 persen dari semua premi yang terkumpul.

    Dia mengungkapkan, pemasaran melalui produk saluran bancassurance dinilai menjanjikan lantaran adanya kepastian pangsa pasar yakni para nasabah bank baik individu maupun korporasi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.