Lebaran, Bandara Ngurah Rai Adakan 369 Penerbangan Tambahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jadwal penerbangan Internasional masih tertunda setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 10 Juli 2015.  ANTARA/Nyoman Budhiana

    Sejumlah jadwal penerbangan Internasional masih tertunda setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 10 Juli 2015. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Denpasar - Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menerima 369 penerbangan tambahan untuk melayani angkutan Lebaran 2017 yang diajukan enam maskapai penerbangan nasional.

    Baca: Sambut Lebaran 2017, Garuda Siapkan 50 Ribu Kursi Tambahan

    "Jumlah penerbangan tambahan itu melonjak 129 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Bali, pada Jumat, 9 Juni 2017.

    Menurut dia, pengelola bandara setempat menerima pengajuan extra flight tersebut per 8 Juni 2017 mencapai 369 jadwal penerbangan dengan total kapasitas mencapai 66.366 tempat duduk yang diajukan Citilink, Garuda Indonesia, NAM Air, Sriwijaya, Wings, dan Lion Air. "Untuk kapasitas tempat duduk itu melonjak 111 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ucap Arie yang sempat bertugas di kantor pusat Angkasa Pura di Jakarta itu.

    Maskapai penerbangan yang paling banyak mengajukan penerbangan tambahan itu adalah Lion Air sebanyak 105 kali penerbangan. Pria 28 tahun itu lebih lanjut menjelaskan sebagian besar kota-kota yang dituju dalam penerbangan ekstra itu adalah tujuan Cengkareng Jakarta dan Surabaya. Penerbangan tambahan itu akan dilayani mulai H-15 hingga 10 Juli 2017.

    Baca: Jelang Lebaran 2017, Bandara Adisutjipto Tambah 8 Penerbangan

    Berbeda dengan bandar udara lainnya di Tanah Air yang didominasi arus mudik, di Bandara I Gusti Ngurah Rai dipadati arus liburan. Pihak pengelola bandara setempat juga akan mendirikan posko terpadu di area terminal keberangkatan domestik yang melibatkan instansi terkait lainnya seperti TNI AU, kepolisian, dan pengamanan bandara.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.