Indeks Saham Akhir Pekan Turun 27,39 Poin ke 5.675,52

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, 9 Juni 2017, ditutup melemah sebesar 27,39 poin atau 0,48 persen menjadi 5.675,52 poin terimbas sentimen negatif yang datang dari eksternal.

    Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 5,95 poin atau 0,62 persen menjadi 950,48 poin.

    "Faktor eksternal menahan IHSG untuk bergerak ke area positif," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta.

    Ia mengatakan bahwa situasi geopolitik Timur Tengah dan semenanjung Korea membuat investor menahan transaksinya di pasar berkembang. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pertemuan bank sentral Eropa (ECB) yang menunjukkan tidak ada perubahan kebijakan stimulus keuangan.

    Kendati demikian, menurut dia, sentimen positif dari dalam negeri menahan pelemahan IHSG lebih dalam. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap baik di tahun 2017 dan termasuk pasar berkembang yang paling menarik.

    Selain itu, lanjut dia, cadangan devisa Indonesia Mei yang mencapai 124,95 miliar dolar AS atau meningkat dari bulan sebelumnya juga turut menjadi sentimen positif bagi pasar.

    Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan pada hari ini sebanyak 281.888 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,805 miliar lembar senilai Rp 7,207 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 174 saham menurun, dan 119 saham tidak bergerak nilainya.

    Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 104,00 poin (0,52 persen) ke 20.013,26, indeks Hang Seng melemah 32,77 poin (0,18 persen) ke 26.030,29, dan Straits Times menguat 17,00 poin (0,53 persen) posisi 3.254,05.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.