Menteri PUPR Ubah Nomenklatur Ditjen Pembiayaan Perumahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Sumber Air Cina Chen Lei saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, 6 April 2017. Tempo/Destrianita

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Sumber Air Cina Chen Lei saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, 6 April 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan akan ada perubahan nomenklatur Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menjadi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur.

    Baca: Pemerintah Ingin Proyek Infrastruktur Dibiayai Swasta

    “Saya akan perluas itu supaya produknya lebih baik dan lebih banyak,” kata Basuki Hadimuljono saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Juni 2017.

    Basuki menuturkan perubahan nomenklatur ini bertujuan mencari alternatif-alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur sehingga tak melulu mengandalkan APBN. Nantinya sejumlah badan di Kementerian PUPR akan dimasukkan ke Ditjen tersebut.

    Menurut Basuki yang akan dimasukkan ke Ditjen tersebut adalah Badan Pengatur Jalan Tol dan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Selain itu, Direktorat Investasi, yang saat ini berada di bawah Direktorat Bina Konstruksi, akan ditarik.

    Basuki mengungkapkan, sekarang proses perubahan nomenklatur sudah berada di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Nantinya lembaga ini diharapkan bisa bekerja sama dengan lembaga lain seperti Bappenas.

    Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti Eko Susetyowati mengatakan perubahan nomenklatur ini ditargetkan selesai tahun ini. “Tahun ini, Insya Allah sudah di tahap legal dan naskah akademik sudah dilakukan,” ucapnya.

    Anita menjelaskan, Ditjen baru ini dibentuk agar terjadi pembiayaan infrastruktur yang baik, dan mempercepat pencapaian target pembangunan infrastruktur pemerintah. Ia melihat ada jarak antara keinginan membangun dan ketersediaan dana.

    Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, kata Anita, akan menyelesaikan masalah tersebut dan mengkaji pola-pola pembiayaan infrastruktur dan mendorong investasi lebih banyak di sektor infrastruktur. “Masalahnya kan memang di pembiayaan infrastruktur,” tuturnya.

    Baca: Butuh Sinerji Pemerintah-Swasta Atasi Pembiayaan Infrastruktur

    Anita menambahkan, adanya kebutuhan tersebut membuat pencarian sumber-sumber pembiayaan sangat mendesak. “Harus ada gelontoran uang, dengan adanya Ditjen itu bisa cari sumber-sumber.”

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!