Jadi Ketua OJK, Wimboh Santoso Sowan ke Darmin Nasution  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wimboh Santoso. TEMPO/Adri Irianto

    Wimboh Santoso. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih, Wimboh Santoso, menemui Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Wimboh mengaku hanya bersilaturahmi setelah dinyatakan menang dalam pemungutan suara di Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis malam, 8 Juni 2017. "Silaturahmi saja. Kan sudah lama kenal. Ngobrol-ngobrol saja," kata Wimboh seusai pertemuan di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 9 Juni 2017.

    Baca: Wimboh Santoso Ketua OJK Baru, Unggul 46 Suara dari Sigit Pramono

    Wimboh mengaku belum membahas program kerja bersama Darmin dalam pertemuan sekitar satu jam tersebut. "Nanti saja kita ngobrol di Plaza Mandiri, ya," kata Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk, itu. 

    Siang ini, Wimboh mengagendakan bincang-bincang bersama wartawan di kantornya, Plaza Mandiri. Dia akan memaparkan ulang rencana kerja seperti yang disampaikannya saat uji kepatutan dan kelayakan di DPR Senin, 5 Juni 2017. 

    Wimboh pernah menjabat Direktur Pengaturan Perbankan Bank Indonesia dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York pada 2012. Setelah itu, ekonom lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, itu pernah mewakili Indonesia sebagai Direktur International Monetary Fund. Saat ini ia masih menjabat Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk.

    Dalam uji kelayakan, Dewan sempat mempertanyakan independensi Wimboh terkait dengan jabatannya di IMF. Pertanyaan tersebut berdasarkan pada data yang diperoleh dari Badan Intelijen Negara. 

    Baca: Fit and Proper Test Bos OJK, Begini Paparan Wimboh Santoso

    Wimboh mengatakan akan membawa pengalaman memimpin di IMF untuk menakhodai OJK. "Saya akan mempengaruhi IMF untuk kepentingan Indonesia, " katanya. Selain itu, ia akan mengembangkan industri pasar modal. 

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.