Empat Sektor Ini Diprediksi Akan Dongkrak Ekonomi Sulut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Manado -- Bank Indonesia memperkirakan laju perekonomian Sulawesi Utara pada kuartal III/2017 bakal mencapai kisaran 6,3 persen-6,7 persen.

    Pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pengolahan menjadi empat sektor yang dinilai bakal menjadi motor pertumbuhan.

    Dalam Laporan Kajian Ekonomi & Keuangan Regional (KEKR) Sulawesi Utara Mei 2017, BI menyebut ekonomi provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu bakal didorong oleh seluruh kompone utama sisi penggunaan, yakni konsumsi, investasi, dan ekspor.

    Konsumsi diprediksi meningkat sejalan peningkatan kinerja pertanian, penerimaan gaji ke-13 aparatur sipil negara dan beberapa festival pariwisata pada bulan September 2017. Selain konsumsi, investasi juga diramalkan bakal makin menggeliat, didukung realisasi belanja modal pemerintah dan investasi swasta berupa pembangunan gedung perbelanjaan.

    Sepanjang kuartal I/2017, realisasi investasi Sulut mencapai Rp 2,2 triliun dari target Rp 3,7 triliun. Berdasarkan sektor, BI menilai pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pengolahan bakal menjadi tumpuan. Sektor pertanian bakal tumbuh berkat perbaikan cuaca di tengah masuknya masa panen tanaman pangan.

    "Selain itu, penyesuaian sektor perikanan terhadap relaksasi aturan transhipment juga menjadi faktor pendorong," tulis BI dalam laporan KEKR, dikutip Bisnis.com, Kamis, 8 Juni 2017.

    Di sisi lain, aktivitas meetings, incentives, conferences and exhibitions atau MICE dinilai bakal menggerakkan roda ekonomi di sektor perdagangan. Realisasi belanja modal pemerintah dan investasi swasta bakal mendorong sektor konstruksi.

    Sementara itu, sektor industri pengolahan juga bakal moncer sejalan perbaikan pasokan bahan baku. Walau belum kembali pada kondisi normal, industri pengolahan ikan menurut BI sedikit terdorong setelah ada pelonggaran kebijakan transhipment.

    Untuk memenuhi bahan baku, sejumlah perusahaan mengimpor bahan baku dari Jawa guna menjaga kapasitas produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.