Tanjung Priok Akan Menjadi Pintu Masuk Impor Bawang Putih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Enggartiasto mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir harga bawang putih sempat merangkak naik. Untuk menahan kenaikan ke level yang lebih tinggi, pemerintah langsung impor bawang putih. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Enggartiasto mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir harga bawang putih sempat merangkak naik. Untuk menahan kenaikan ke level yang lebih tinggi, pemerintah langsung impor bawang putih. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Pasokan bawang putih impor bakal masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini bawang putih impor hanya bisa masuk lewat Pelabuhan Tanjung Perak dan Belawan, dengan pintu utama di Tanjung Perak.

    Baca: Menteri Pertanian Gelontor Bawang Putih Impor ke Pasar 

    “Tanjung Priok akan dibuka sebagai tempat masuknya bawang putih. Ini adalah hasil kajian analisis risiko, kajian ilmiah yang telah kami lakukan,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan) Banun Harpini di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Juni 2017.

    Menurut hasil analisis risiko yang telah dilakukan Barantan, bawang putih dianggap aman untuk bisa dibongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebab, bawang putih konsumsi dari sisi ilmiah, risikonya lebih rendah dibanding ketika masih berbentuk bibit. 

    Kajian itu, menurut Banun, melibatkan sejumlah pakar untuk membahas risiko-risiko apa saja saat bawang putih itu diimpor. “Apa ada penyakit, hama, yang biasa terdapat di bawang putih serta bagaimana mengendalikannya,” katanya.

    Selain itu, telah dilakukan evaluasi beban yang masuk ke Tanjung Perak. Beban yang masuk sangat besar bila dibandingkan dengan kapasitas pelabuhan itu. Apalagi per Mei 2017, bawang putih yang masuk 67 persen lebih banyak dibanding tahun lalu. "Sedangkan kami juga mengikuti perkembangan industri yang butuh pemasukan dari impor.”

    Banun menilai saat ini sarana di Tanjung Priok sudah sangat memadai. Berdasarkan pada kajian ilmiah dan perbandingan antara beban yang akan masuk dan kapasitas sarana yang tersedia, pemerintah berani segera membuka Tanjung Priok sebagai pintu masuk impor bawang putih. Ini juga untuk pembagian risiko sehingga tidak terpusat di Tanjung Perak. 

    Tahun 2015, Indonesia memproduksi bawang putih 20.295 ton dengan luas tanam 2.500 hektare. Sementara itu, kebutuhan bawang putih Indonesia mencapai 500 ribu ton per tahun, sehingga 90 persen harus dipenuhi melalui impor.

    Baca: Stabilkan Harga, Pemerintah Tak Batasi Impor Bawang Putih

    Berdasarkan data Barantan, total impor bawang putih mencapai 321 ribu ton pada 2016. Sedangkan selama periode Januari 2017 hingga Juni 2017, impor bawang putih mencapai 171 ribu ton.

    CAESAR AKBAR|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.