Pejabat BI dan Rektor Paramadina Rebutan Kursi Komisioner OJK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan yang juga Ketua Pansel OJK Sri Mulyani usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Maret 2017. Pansel OJK menyerahkan 21 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK kepada Presiden untuk selanjutnya diajukan kepada DPR guna menjalani uji kelayakan dan kepatutan.  TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan yang juga Ketua Pansel OJK Sri Mulyani usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Maret 2017. Pansel OJK menyerahkan 21 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK kepada Presiden untuk selanjutnya diajukan kepada DPR guna menjalani uji kelayakan dan kepatutan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua calon anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tirta Segara dan Firmanzah, mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi Keuangan dan Perbankan di Kompleks Parlemen, Senayan, hari ini, Kamis, 8 Juni 2017.

    Keduanya akan memperebutkan satu kursi jabatan, yakni anggota OJK di bidang Edukasi dan Perlindungan. Fit and proper test molor sekitar 30 menit dan dimulai sekitar pukul 10.30. Adapun peserta yang pertama diuji adalah Tirta.

    Tirta bukan orang baru di bidang industri jasa keuangan. Saat ini, dia menjabat Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Sedangkan Firmanzah adalah Rektor Universitas Paramadina periode 2014-2018. Tirta juga memiliki pengalaman sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Hingga berita ini ditulis, fit and proper test masih berlangsung dengan sesi tanya-jawab yang dilontarkan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan kepada Tirta. Sedangkan Firmanzah masih berada di luar ruangan.

    Dalam fit and proper test, Tirta menawarkan perbaikan dalam edukasi dan perlindungan konsumen dengan cara mengedukasi masyarakat supaya tak ragu untuk berkonsultasi dan mengirimkan aduan ke OJK melalui pengubahan nomor call center. Ia berharap nomor aduan masyarakat yang ada saat ini, yakni 021-1500655, bisa diubah menjadi call center bebas pulsa dengan nomor 655.

    Baca: Tes Calon Bos OJK, Sigit Pramono Ditanya Soal ... 

    “Nomor bebas pulsa tiga digit dengan branding yang lebih jelas misal Hallo OJK 655 atau Kontak OJK 655. Ini bisa dipopulerkan sehingga jika mereka telepon dan berkonsultasi keuangan bisa telepon ke sini, dan ini yang harus disosialisasi terus bahwa masyarakat bisa menelepon OJK,” tuturnya.

    Menurut Tirta, nomor tersebut juga dapat dipakai sebagai nomor pengaduan konsumen yang ditangani Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi. Sebab, nomor untuk menuju bagian Satgas menggunakan ekstensi dan itu sulit dihafalkan konsumen. “Untuk menghafal nomor call center saja sulit, apalagi masih harus menggunakan ekstensi,” ucapnya.

    Baca: Fit and Proper Test Bos OJK, Begini Paparan Wimboh ... 

    Hari ini adalah pengujung waktu bagi Komisi Keuangan dan Perbankan melakukan fit and proper test untuk calon ketua dan anggota Komisioner OJK. Dari 14 nama yang sudah dipilih dan disodorkan Presiden Joko Widodo, DPR akan menyeleksinya menjadi tujuh orang yang akan melanjutkan kinerja OJK. Selain melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada Tirta dan Firmanzah, DPR dijadwalkan akan mengambil keputusan memilih Komisioner OJK Periode 2017-2022 pada malam nanti.

    Adapun nama-nama calon Komisioner OJK Periode 2017-2022 yang menjalani fit and proper test di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR antara lain Wimboh Santoso dan Sigit Pramono sebagai calon ketua merangkap anggota Komisioner OJK, Heru Kristiyana dan Agusman sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota.

    Nurhaida dan Arif Baharudin telah mengikuti fit and proper test untuk bersaing sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota; Edy Setiadi dan Hoesen sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya merangkap anggota; Haryono dan Ahmad Hidayat sebagai calon Ketua Dewan Audit merangkap anggota; serta Tirta dan Firmanzah sebagai calon anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.