Menteri Enggar: Pertengahan Juni, Harga Bawang Putih Rp 30 ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Enggartiasto mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir harga bawang putih sempat merangkak naik. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Enggartiasto mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir harga bawang putih sempat merangkak naik. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menargetkan harga bawang putih dapat mencapai Rp 30 ribu per kilogram. "Insya Allah dalam dua minggu ini, pertengahan Juni, harus sudah mencapai harga maksimal Rp 30 ribu per kilogram," kata Enggar di Kementerian Perdagangan, Rabu, 7 Juni 2017.

    Enggar mengatakan hingga saat ini pasokan di seluruh daerah terpantau aman bahkan berlebih, termasuk menjelang Idul Fitri nanti. Para importir bawang putih, kata Enggar, telah diajak bekerja sama menjaga kestabilan harga bawang putih.

    Baca: Hingga Idul Fitri, Bulog Gelontorkan 10 Ton Bawang Putih

    "Kalau mau, ya syukur alhamdulilah. Kalau enggak mau, harus dibuat mau. Sehingga sekarang harganya mulai turun," ujarnya.

    Enggar mengatakan para importir harus mematuhi dan bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga harga bawang putih dan bersedia menekan harga sehingga harga maksimal yang dipatok pemerintah dapat terpenuhi.

    Simak: Harga Bawang Putih di Pasar Modern Melonjak Menjelang Ramadan

    "Kalau sampai ada yang jual lebih, dia jangan pernah berpikir untuk bisa impor bawang putih lagi. Apa boleh buat," kata politikus Partai Nasional Demokrat itu.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Mei 2017 sebesar 0,39 persen. Inflasi terjadi salah satunya karena adanya kenaikan harga kelompok bahan makanan dan salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih, yang notabene 95 persen merupakan impor.

    CAESAR AKBAR | WAWAN PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).