Anak Perusahaan Nirvana Akuisisi Mal Gorontalo Rp 48 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati pusat perbelanjaan di Mall Grand Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2015. Pengunjung mall diperkirakan meningkat 40 persen selama bulan Ramadan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung memadati pusat perbelanjaan di Mall Grand Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2015. Pengunjung mall diperkirakan meningkat 40 persen selama bulan Ramadan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Manado -- PT Nirvana Development Tbk melalui anak usahanya PT Nirvana Wastu Pratama mengakuisisi kepemilikan Mall Gorontalo, pusat perbelanjaan satu-satunya di provinsi Serambi Madinah.

    Timothy Alamsyah, Direktur Keuangan Nirvana Development mengatakan nilai akuisisi pemilikan 100% saham PT Primerindo Kencana - pemilik Mall Gorontalo - mencapai Rp48,7 miliar. Akuisisi ini sekaligus menjadi akuisisi pertama di 2017 dan membuat portofolio pusat perbelanjaan perusahaan bersandi saham NIRO itu bertambah menjadi 14 mal.

    "Akuisisi ini menguntungkan bagi Nirvana Wastu kencana yang sedang mengembangkan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia sekaligus menambah perfora keuangan dari Nirvana Development," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, Rabu, 7 Juni 2017.

    Untuk diketahui, Mal Gorontalo memiliki luas area sewa bersih atau net leasable area 20.500 m2. Penyewa utama di mal ini antara lain Hypermart, Matahari Department Store, Cinema XXI, dan Funworld. Selain mal, akuisisi 100 persen saham Primerindo juga membuat NIRO memiliki Hotel Maqna, hotel bintang satu-satunya di Gorontalo.

    Total nilai aset kotor dari Mal Gorontalo dan Hotel Maqna mencapai Rp209 miliar dengan pendapatan operasional bersih mencapai Rp26 miliar. Sebanyak 60 persen berasal dari mal sedangkan sisanya dari hotel.

    Berdasarkan laporan keuangan (tidak diaudit), per Maret 2017 pendapatan NIRO mencapai Rp76 miliar atau tumbuh 32 persen secara tahunan. Adapun sepanjang 2016 NIRO meraup pendapatan Rp263,63 miliar atau turun 48 persen. Penurunan disebabkan karena pada 2016 perseroan tidak lagi membukukan pendapatan dari penjualan kavling. Tanpa memperhitungkan penjualan kavling, pendapatan NIRO naik 40 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.