Sektor Pariwisata dan Ritel Gorontalo Dinilai Menjanjikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Pariwisata Indonesia 2014 Syarifah Fajri Maulidiyah berenang di taman laut Olele, Kabupaten Bonebolango, Provinsi Gorontalo, 1 November 2015. ANTARA FOTO

    Putri Pariwisata Indonesia 2014 Syarifah Fajri Maulidiyah berenang di taman laut Olele, Kabupaten Bonebolango, Provinsi Gorontalo, 1 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Manado -- Kalangan investor menilai Gorontalo kini semakin menarik dijajaki sebagai destinasi penanaman modal seiring pertumbuhan ekonomi yang menggeliat dan pembangunan infrastruktur.

    Sektor pariwisata dan ritel menjadi salah satu yang dilirik investor.

    Timothy Alamsyah, Direktur Keuangan PT Nirvana Development Tbk. mengatakan pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional menjadi salah satu alasan perseroan kepincut membenamkan modal lebih banyak di provinsi berjuluk Serambi Madinah.

    Nirvana Development baru saja menuntaskan akuisisi 100 persen saham PT Primerindo Kencana, pemilik Mal Gorontalo dan Hotel Maqna.

    Untuk diketahui, pada kuartal I/2017, produk domestik regional bruto (PRDB) Gorontalo tumbuh 7,27 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. "Prospek Gorontalo bagus, pertumbuhan GDP-nya salah satu yang terkuat.

    Ditambahi lagi pasokan listrik di sana semakin stabil karena pemerintah juga berani menjamin dan genjot infrastruktur," jelasya kepada Bisnis.com, Rabu, 7 Juni 2017.

    Timothy menyebut, setelah mengakuisisi saham Primerindo senilai Rp48,7 miliar, pihaknya bakal menggelontorkan investasi tambahan untuk memperluas mal.

    Dia memperkirakan perseroan bakal mengucurkan dana sebesar Rp35 miliar untuk menambah luas kotor seluas 7.500 m2. Namun, dia menekankan, rencana investasi itu belum final karena perseroan masih mematangkan rencana perluasan area mal.

    Secara umum, tahun ini Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan investasi baru sebanyak Rp2 triliun Syukri J. Botutihe, Kepala Badan Penanaman Modal & Pelayaran Terpasu Satu Pintu (PSTP) Gorontalo, mengatakan target investasi baru tahun ini sama dengan pencapaian pada 2016 lalu.

    Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi investasi baru di Gorontalo terbilang seret. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp82,39 miliar sepanjang kuartal I/2017, merosot bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,43 triliun.

    Senada, realiasi penanaman modal asing (PMA) juga turun 60 persen menjadi tinggal US$2,1 juta. Syukri mengakui, hingga tiga bulan pertama tahun ini belum banyak komitmen investasi yang direalisasikan.

    "Rata-rata yang baru masuk di pertambangan baru tahap eksplorasi.Di pariwisata progresnya juga masih dalam tahap kerja sama. Orang masih belajar prospek dan penjajakan," tukasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?