Arus Mudik Lebaran 2017 di Hang Nadim Mulai H-10

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Hang Nadim Batam. TEMPO/Rumbadi Dalle

    Bandara Hang Nadim Batam. TEMPO/Rumbadi Dalle

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau memperkirakan arus penumpang mudik Lebaran 2017 di bandara itu akan terjadi mulai pada H-10.

    "Perkiraan kami 15 Juni nanti akan mulai terasa pemudiknya. Puncaknya H-3 Lebaran Idul Fitri," kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, di Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 7 Juni 2017.

    Ia mengatakan pada masa awal mudik, diperkiraan jumlah penumpang yang meninggalkan Batam sekitar delapan ribu orang setiap hari dan akan terus naik hingga H-3 sebelum Lebaran.

    "Untuk H-2 dan H-1 biasanya juga masih tinggi jumah pemudiknya. Namun perkiraan kami pada H-3 sebelum Lebaran puncaknya," kata dia.

    Suwarso mengatakan, hingga saat ini belum terlihat aktivitas warga Batam yang ingin pulang untuk mudik di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

    "Saat ini di bandara masih sepi. Belum ada peningkatan aktivitas. Penumpang yang meninggalkan Batam hanya berkisar enam ribu orang per hari," kata Suwarso.

    Untuk menghadapi arus mudik, maskapai Lion Air mengajukan tambahan penerbangan Batam-Padang, Batam-Surabaya menjadi lima kali sehari, Batam-Pekanbaru empat kali sehari dan Batam-Yogyakarta satu kali tambahan jadwal setiap hari.

    Tambahan penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam tersebut, berlaku mulai 15 Juni sampai dengan 10 Juli 2017.

    Selain Lion Air, Citilik juga sudah mengajukan tambahan penerbangan empat tujuan yaitu Batam-Surabaya, Batam-Palembang, Batam-Padang, dan Batam-Kualanamu Medan.

    "Dua maskapai sudah mengajukan tambahan penerbangan untuk memastikan seluruh pemudik terangkut. Bandara Hang Nadim sendiri sudah siap untuk melayani penumpang mudik tahun ini," kata Suwarso.

    Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Kawasan Batam yang dibangun sejak periode 1980 saat Otorita Batam (kini BP Batam) masih dipimpin Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.