Pendiri Grab, Hooi Ling Tan Mengaku Bukan Workaholic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 12 wanita pengusaha yang sukses di Asia Tenggara, Atas : (dari kiri ke kanan) Nabilah Alsagoff, Veronika Linardi, Hooi Ling Tan, Sylvia Yin, Reese Fernandez-Ruiz, Chow Paredes. Bawah : (dari kiri ke kanan) Huang Shao Ning, Qing-Ru Lim, Alexis Horowitz-Burdick, Sarah Huang, Esther Nguyen, Thuy Thanh Truong. techinasia.com

    12 wanita pengusaha yang sukses di Asia Tenggara, Atas : (dari kiri ke kanan) Nabilah Alsagoff, Veronika Linardi, Hooi Ling Tan, Sylvia Yin, Reese Fernandez-Ruiz, Chow Paredes. Bawah : (dari kiri ke kanan) Huang Shao Ning, Qing-Ru Lim, Alexis Horowitz-Burdick, Sarah Huang, Esther Nguyen, Thuy Thanh Truong. techinasia.com

    TEMPO.CO, Singapura - Hooi Ling Tan mempunyai tanggung jawab penting dalam perusahaan penyedia layanan transportasi online, Grab.

    Perempuan yang pernah menempuh pendidikan administrasi bisnis di Harvard Business School itu selain harus berkutat menelurkan produk dan teknologi baru, juga menyelami pengalaman para pelanggannya. 

     

    Namun, hal ini tak serta merta membuatnya tenggelam dalam kungkungan pekerjaan. Bagi dia, tetap menyeimbangkan hidup dengan melakukan aktivitas-aktivitas lain menjadi satu hal yang tak boleh terlupakan. 

     

    "Yang terpenting memang menyeimbangkan hidup. Memilih apa yang penting, dan melakukan aspek berbeda dari hidup saya, tidak selalu bekerja," ujar dia dalam wawancara bersama awak media di Singapura, Selasa, 6 Juni 2017. 

     

    Tan mengaku biasanya menyempatkan berkumpul bersama keluarga dan bermain tenis. Selain itu, dia juga memainkan ukulele dan bahkan menari dengan irama musik swing. 

     

    "Melakukan hobi di luar misalnya menghabiskan waktu bersama keluarga, tenis beberapa kali dalam seminggu," tutur dia. 

     

    "Saya pernah menghabiskan waktu di Indonesia. Saya suka makanan, bahasa, masyarakat," sambung Tan. 

     

     

    Rahasia sukses

     

    Lima tahun membantu mendirikan Grab dan mengembangkan layanan ini hingga bisa tersedia di tujuh negara Asia Tenggara, Tan menyadari bukan sebatas inovasi yang berperan di sini. 

     

    "Kami sudah lima tahun dan baru tiga tahun di Indonesia, Juni 2014. Kami mendominasi industri ini (platform transportasi) di Indonesia. Tentu saja di Asia Tenggara akan segera. Karena kami percaya tidak hanya inovasi," ujar dia. 

     

    Apa yang dia lakukan? 

     

    "Kami mengambil pengalaman dari pembelajaran di berbagai wilayah. Masyarakat sudah cerdas, kami banyak menerima aspirasi," kata Tan. 

     

    Tak hanya itu, segera bertindak namun akurat menjadi faktor penting dalam bisnis yang dia geluti bersama Anthony Tan itu. 

     

    "Inovasi dan executing secara cepat. Kami tidak menjadi seperti zero ke hero dalam tiga tahun tanpa melakukan sesuatu yang tepat. Listening, practising, executing," tutur Tan. 

     

    Kini, salah satu pengembangan dari Grab, GrabNow akan hadir di Jakarta beberapa waktu mendatang. Layanan ini menjadi jawaban atas keluhan penumpanh yang kerap kesulitan mendapatkan pengemudi Grab secara cepat. 

     

    Nantinya calon penumpang bisa langsung memanggil pengemudi GrabBike di jalan dan memesan perjalanan sesegera mungkin. Setelah perjalanan selesai dilakukan, penumpang bisa membayar biayanya menggunakan aplikasi Grab.

     

    Selama tahap beta, driver GrabNow hanya bisa ditemukan di daerah-daerah tertentu saja, yakni di Senayan, Permata Hijau, Manggarai, Tebet, Gandaria, Senen, Petamburan, Bendungan Hilir, Karet dan Menteng. 


    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.