Kemudahan Berusaha, Darmin Penasaran dengan Vietnam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Belitung Sahali Saleh (kiri), Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Roman Djohan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyaksikan penandatanganan MoU investasi di KEK Tanjung Kelayang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 7 Juni 2017. Tempo/Vindry Florentin

    Bupati Belitung Sahali Saleh (kiri), Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Roman Djohan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyaksikan penandatanganan MoU investasi di KEK Tanjung Kelayang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 7 Juni 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yakin peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) Indonesia kembali naik tahun ini. Pemerintah membidik posisi yang lebih baik daripada Vietnam. 

    Baca: Kemudahan Berusaha, Menko Darmin Ingin Salip Ranking Vietnam

    Posisi kemudahan berinvestasi Indonesia pada 2016 berada di peringkat ke-91. Indonesia naik 15 peringkat dari tahun sebelumnya di posisi 106. Darmin enggan membeberkan target tahun ini. Namun Presiden Joko Widodo pernah meminta kenaikan peringkat hingga ke posisi 40 besar. 

    Selain itu, Darmin mengatakan, pemerintah memperhatikan peringkat Vietnam. Dia mengaku penasaran dengan prestasi Vietnam yang bisa berada di atas Indonesia. "Bayangkan, masak Vietnam lebih bagus," kata Darmin di kantornya, Rabu, 7 Juni 2017. 

    Darmin mengatakan perhatian terhadap Vietnam bukan tanpa alasan. Vietnam merupakan negara tetangga terdekat yang posisinya tak jauh dari Indonesia, yaitu di peringkat ke-82. Negara tetangga lainnya, seperti Malaysia, sudah melesat di posisi ke-23 dan Thailand di posisi ke-46. "Kami bandingkan dengan yang dekat, jangan yang jauh," katanya.

    Baca: Dongkrak Peringkat Kemudahan Investasi, Ini Strategi Darmin

    Tim survei Bank Dunia saat ini sedang berada di Indonesia. Darmin mengatakan pemerintah telah membentuk tim khusus untuk mendampingi Bank Dunia. Hasil survei akan selesai pada akhir Juni.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?