Diprediksi Melemah, IHSG Justru Menguat 9,14 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu, 7 Juni 2017. Saham-saham blue chip seperti BBRI, BBCA, ASII & TLKM turut menghijaukan indeks di awal dagang. 

    Baca: IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Cek Faktor Penyebabnya

    IHSG hari ini dibuka menguat 0,16 persen atau 9,14 poin di level 5.716,97. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG terus melanjutkan penguatan 0,23 persen atau 12,90 poin ke level 5.720,73.

    Adapun pada perdagangan Selasa, 6 Juni 2017, IHSG ditutup melemah 0,70 persen atau 40,40 poin di level 5.707,83. Sebanyak 113 saham bergerak menguat, 40 saham bergerak melemah, dan 394 saham stagnan dari 547 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama dari sektor infrastruktur yang menguat 0,63 persen, diikuti sektor properti yang naik 0,53 persen.

    Adapun tiga sektor lainnya melemah, ditekan oleh sektor aneka industri yang turun 0,08 persen. Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya dalam risetnya menjelaskan IHSG masih terlihat terus berusaha keluar dari rentang konsolidasi untuk menembus resistance level yang terdekat, di tengah tekanan yang sedang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini.

    Baca: Resiko Pasar Global Meningkat, IHSG Rawan Koreksi

    “Potensi pergerakkan masih menunjukkan kekuatan naik yang cukup besar, selama support dapat bertahan dengan baik maka pencapaian rekor baru masih sangat memungkinkan untuk terjadi,” ungkapnya dalam riset yang diterima Bisnis.com, Rabu, 7 Juni 2017.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.