Kalkulasi Menteri Airlangga Soal Potensi Ekspor ke Afghanistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang baru Asman Abnur (kanan) dan Mantan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi (kiri) pada acara serah terima jabatan di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta 27 Juli 2016.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang baru Asman Abnur (kanan) dan Mantan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi (kiri) pada acara serah terima jabatan di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta 27 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Afghanistan menyatakan minatnya untuk mengimpor sejumlah produk hasil industri Indonesia. Selama ini, Indonesia dan Afghanistan sudah memiliki hubungan perdagangan produk jadi, tetapi volumenya relatif masih kecil. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyambut baik pengajuan ekspor hasil industri dari Afghanistan. Ekspor ke negara ini akan diarahkan pada barang konsumsi.

    “Presiden Afghanistan sudah datang ke sini, lalu sekarang mereka menyampaikan tertarik mengimpor beberapa komoditas dari Indonesia. Volume perdagangan Indonesia dengan Afghanistan memang belum signifikan,” jelas Airlangga seusai bertemu Dubes Afghanistan untuk Indonesia, Roya Rahmani di Jakarta, Selasa, 6 Juni 2017.

    Menurut Airlangga, Afghanistan dapat menjadi salah satu tujuan ekspor produk hasil industri Indonesia karena Afghanistan mengimpor nyaris 90 persen dari keseluruhan kebutuhan sehari-hari. Sejumlah produk, menurut Airlangga, potensial untuk diekspor ke Afghanistan, seperti tekstil, farmasi, produk konstruksi, dan makanan serta minuman. Dalam waktu dekat, delegasi pebisnis dari Indonesia dijadwalkan berkunjung ke Afghanistan.

    Data yang dihimpun Kementerian Perindustrian menunjukkan ekspor hasil industri terbesar Indonesia ke Afghanistan adalah produk elektronik dan perangkatnya. Pada tahun lalu, ekspor segmen ini mencapai US$ 3,54 juta.

    Beberapa produk lain yang nilai ekspornya terbilang besar adalah produk farmasi, produk-produk kebutuhan rumah tangga, kosmetik, kaca, teh dan kopi, minyak nabati, karet, dan sejumlah barang kimia. Pada 2016, ekspor ke Afghanistan yaitu US$16,22 juta.

    Pada periode yang sama, impor dari Afghanistan tercatat mencapai US$ 31,1 juta, sehingga Indonesia masih surplus sebesar US$ 16,19 juta. Adapun, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas dari negara itu seperti olahan buah, elektronik, dan sejumlah barang dari baja.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.