Produksi PT Pertamina EP Asset 4 Jauh di Atas Target

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Ecostation, Jalan Cilandak, Jakarta, 4 Mei 2017. Pertamina meluncurkan SPBG yang terintegasi dengan SPBU sehingga mempercepat pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk transportasi. TEMPO/Amston Probel

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Ecostation, Jalan Cilandak, Jakarta, 4 Mei 2017. Pertamina meluncurkan SPBG yang terintegasi dengan SPBU sehingga mempercepat pemanfaatan Bahan Bakar Gas untuk transportasi. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -Raihan produksi PT Pertamina EP Asset 4  Sampai 31 Mei 2017 mencapai 14.357 barel per hari (BPH) atau 110 persen di atas target 12.255 bph. Jumlah tersebut diperoleh dari 4 lapangan yang ada di wilayah Asset 4, di antaranya Field Cepu di Jawa Tengah dengan produksi mencapai 1.740 bph  dan Field Poleng di Jawa Timur dengan produksi mencapai 3.184 bph.

    Baca: Pertamina EP Raih Laba Bersih Rp 2,55 Triliun

    “Kami bersyukur karena hanya Asset 4 yang produksinya di atas target,” ujar General Manager PT Pertamina EP Asset 4, Didik Susilo, di Surabaya dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Juni 2017.

    Produksi yang melampaui target itu disebut mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan. Sampai  April 2017, perusahaan mencatat keuntungan  USD 28 juta atau  Rp 378 miliar, atau  meningkat sekitar 14,5 persen.

    Dua lapangan lain, juga meningkat. Produksi Field Donggi Matindok mencapai 265 bph. Sedangkan Field Papua mencapai 1.057 bph. Padahal Field Papua baru bergabung dengan Asset 4 sejak bulan Mei 2017.

    Selain itu, unitisasi Sukowati telah mencapai 8.111 bph, menyusul unitisasi Jambaran Tiung Biru ditargetkan onstream pada 2019 mendatang.

    Didik menjelaskan, prinsip efisiensi dan pemilihan strategi prioritas pekerjaan menjadi dasar manajemen dalam menjalankan roda perusahaan. Salah satu wujud efisiensi tersebut adalah  cepatnya turn around.

    Perawatan CPP Gundih pun dicapai dalam waktu yang lebih cepat 56 jam dari target yang ditentukan. Usai proses perawatan pabrik tersebut, CPP Gundih kembali beroperasi secara normal menyalurkan gas dengan kapasitas produksi maksimal mencapai 50 juta kaki kubik gas per hari. ”Kami berhasil menghemat biaya secara keseluruhan sekitar Rp 9 miliar,” kata Didik.

    Di samping menjalankan strategi perusahaan Journey to 100.000 BOPD, Asset 4 juga melakukan beberapa kegiatan percepatan operasi sumur. Pihaknya tengah merencanakan bor offshore di Poleng Field kali pertama di PT Pertamina EP dan kegiatan 2 sumur bor di Struktur Tapen. “Serta Work Over sumur Kedung Tuban dan rencana terinasi Sukowati pada tahun 2018,” tuturnya.

    Baca: Pertamina EP Tambah Cadangan Produksi Migas 78 ...

    Dengan aktivitas operasi tersebut, kata Didik, manajemen berharap produksi bisa terus meningkat dan memberi kontribusi terhadap PT Pertamina EP dan produksi migas nasional.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.