Karet Terus Melemah Hingga di Bawah Level 190  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga karet terus melemah hingga di bawah level 190 pada perdagangan pagi ini, Senin, 5 Juni 2017.

    Harga karet untuk pengiriman November 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), terpantau merosot 2,27 persen atau 4,40 poin ke level 189,60 yen per kilogram pada pukul 10.1.

    Baca
    Bank Dunia: Pasar Finansial Asia Tenggara dan Pasifik Relatif Stabil
    Ini Saran Kemendikbud untuk Orang Tua yang Ingin Mendaftarkan Anak di Sekolah SPK

    Pagi tadi, harga karet dibuka turun 0,52 persen atau 1 poin di posisi 193,00 yen per kg. Pada perdagangan Jumat, 2 Juni 2017, harga karet kontrak November 2017 ditutup merosot 1,37 persen atau 4,70 poin ke posisi 194,00 karena meningkatnya kecemasan investor menyusul rilis data ekonomi yang mengecewakan.

    Berdasarkan laporan Caixin/Markit Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) pekan lalu, karet turun menjadi 49,6 pada Mei atau tak mengalami ekspansi karena di bawah level 50. Aktivitas manufaktur Cina melemah pada Mei 2017, penurunan pertama di bawah level 50 dalam 11 bulan terakhir.

    Adapun nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,14 persen atau 0,16 poin ke 110,56 yen per dolar Amerika Serikat pada pukul 10.49. 

    Pergerakan Harga Karet Kontrak November 2017 di TOCOM



































    Tanggal


    Harga (Yen/Kg)


    Perubahan


    5/6/2017



    (10.16 WIB)


    189,60


    -2,27 persen


    2/6/2017


    194,00


    -2,37 persen


    1/6/2017


    198,70


    -1,88 persen


    31/5/2017


    202,50


    -2,50 persen


    30/5/2017


    207,70


    -2,49 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?