Harga Gabah Naik, Serapan Bulog Menurun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melakukan pengecekan saat melepas pengiriman hibah 5.000 ton beras kepada Pemerintah Sri Lanka di gudang beras Bulog, Jakarta, 14 Februari 2017. Sri Lanka tengah mengalami kekeringan sehingga sulit untuk memproduksi pangan. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo melakukan pengecekan saat melepas pengiriman hibah 5.000 ton beras kepada Pemerintah Sri Lanka di gudang beras Bulog, Jakarta, 14 Februari 2017. Sri Lanka tengah mengalami kekeringan sehingga sulit untuk memproduksi pangan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Direktur Pengadaan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Tri Wahyudi Saleh mengatakan ada penurunan serapan gabah yang dilakukan pihaknya akhir-akhir ini. Penyebabnya harga gabah yang merangkak naik dan masa panen yang sudah berlalu.

    "Serapan Bulog tetap berjalan, kami tetap menyerap, meskipun angkanya lebih kecil daripada sebelumnya," kata Tri kepada Tempo saat dihubungi pada Ahad, 4 Juni 2017.

    Baca: BPS: Harga Gabah Mei 2017 Naik 4,10 Persen

    Tri menuturkan harga gabah yang sudah di atas harga pembelian pemerintah (HPP) tentu mempengaruhi pembelian gabah dari petani. Sebab, secara penugasan Bulog diwajibkan membeli gabah dari petani ketika harganya jatuh di bawah HPP, yaitu Rp 3.700 per kilogram untuk gabah kering panen dan Rp 4.600 per kilogram untuk gabah kering giling.

    Selain itu, panen raya berikutnya baru akan terjadi sekitar Juli, sehingga membuat serapan Bulog kecil karena sekarang sedang memasuki musim tanam. "Biasanya kami menyerap 15 ribu-20 ribu ton gabah per hari. Sekarang menurun menjadi 5 ribu sampai 7 ribu ton per hari," ujar Tri.

    Baca: Konsumsi Gabah April Anjlok Ketimbang Tahun Lalu

    Bulog, kata Tri, masih menyiagakan anggaran-anggaran penyerapan beras di semua divisi regional mereka jika memang sewaktu-waktu harga gabah jatuh, sehingga Bulog bisa segera bergerak. Ia menambahkan, kelompok-kelompok tani yang menyimpan gabah juga biasanya akan melepas stoknya mendekati Idul Fitri. Jika itu terjadi, Bulog siap membeli.

    Semua ini dilakukan guna memenuhi target serapan 1,5 juta ton sampai 2 juta ton beras pada semester pertama 2017. Menurut Tri, pihaknya menargetkan bisa menyerap beras 4 juta ton pada tahun ini dan memiliki stok beras 1,5 juta ton pada akhir tahun nanti. 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan rata-rata harga gabah, baik untuk gabah kering panen maupun gabah kering giling, di tingkat petani dan penggilingan pada Mei 2017. Harga gabah kering panen di tingkat petani pada Mei 2017 mengalami kenaikan sebesar 4,10 persen menjadi Rp 4.485 per kilogram dan di tingkat penggilingan naik 4,09 persen menjadi Rp 4.570 per kilogram.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.