Hindari Antrean di Pelabuhan, ASDP Buka Penjualan Tiket Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas loket terpadu PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni melayani ribuan pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, 10 JUli 2016. ANTARA/Agus Setyawan

    Petugas loket terpadu PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni melayani ribuan pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, 10 JUli 2016. ANTARA/Agus Setyawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah secara resmi membuka penjualan tiket berjadwal secara online bagi pengguna jasa yang membawa kendaraan golongan I-V, terhitung mulai Kamis pekan lalu, 1 Juni 2017 pulul 00.00. Tiket yang dijual itu untuk jadwal keberangkatan mulai 19 Juni 2017 mendatang.

    Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat mengatakan, layanan penjualan tiket online merupakan alternatif solusi dan kemudahan yang ingin diberikan oleh PT ASDP kepada pengguna jasa penyeberangan. Layanan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, dan pada akhirnya diharapkan berlaku di seluruh lintasan yang dikelola PT ASDP.

    Dengan layanan penjualan tiket online ini, pengguna jasa dapat lebih mudah dan nyaman mendapatkan tiket. “Cukup pesan tiket melalui website PT ASDP, dan pembayaran dapat dilakukan melalu ATM. Jadi, tidak perlu beli tiket di pelabuhan, sehingga dapat lebih menghemat waktu antrean,”kata Christine, Senin 5 Juni 2017.

    Kini pengguna jasa yang ingin membeli tiket ferry berjadwal secara online, dapat menggunakan ponsel atau tabletnya dengan mengakses http://tiket.indonesiaferry.co.id. Pembelian tiket secara online berlaku untuk pemesanan maksimal H-1 keberangkatan.

    Adapun layanan penjualan tiket penyeberangan berjadwal secara online saat ini berlaku bagi penumpang, kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 (pribadi, pick-up, box barang) dan mobil travel jenis Elf. Bagi pemudik yang membeli tiket online, dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode (yang diterima setelah membayar tiket) lebih singkat, sehingga dapat lebih cepat menuju kapal.

    Selain itu, data pemudik secara otomatis telah tercatat dalam manifest penumpang karena telah didaftarkan langsung saat proses online. Sejumlah syarat dan ketentuan online ticketing, di antaranya masa berlaku tiket maksimal 12 jam setelah jam keberangkatan, dan waktu check in (masuk ke pelabuhan) mulai dibuka 3 jam sebelum keberangkatan.

    Christine menjelaskan penjualan tiket berjadwal secara online merupakan bentuk komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam upaya meningkatkan kualitas layanan jasa penyeberangan selama musim angkutan Lebaran 2017. “Harapan kami agar dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pengguna jasa kendaraan pribadi yang jumlahnya terus meningkat tiap tahun.”

    Tahun lalu, selama periode H-12 hingga H+10, jumlah pemudik roda empat atau lebih mencapai 556.612 unit. Sementara tahun ini jumlah pemudik diprediksi mencapai 581.115 unit atau naik sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun lalu.

    Kendati menerapkan layanan penjualan tiket online, PT ASDP tetap membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone) untuk layanan go-show, baik di jalur tol maupun non-tol. Untuk akses menuju Pelabuhan Merak, lokasi buffer zone terbagi di 5 titik yakni, lapangan Villa Permata Hijau, rest area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak, Polsub Sektor Grogol-Merak, dan Hotel Mangku Putra-Merak. Untuk akses menuju Pelabuhan Bakauheni, lokasi buffer zone tersebar di 3 titik, yaitu Terminal Rajabasa, Masjid Agung Kalianda, dan Rumah Makan Begadang 4.

    Selanjutnya untuk lokasi buffer zone menuju Pelabuhan Gilimanuk terbagi di 4 titik yaitu Rumah Makan Soka, Lapangan Desa Melaya, Jembatan Timbang Melaya, dan Lahan Pemda. Sedangkan akses menuju Pelabuhan Ketapang, lokasi buffer zone terbagi di 5 titik yaitu Istana Gandrung, SPBU Farly, Jembatan Timbang Watudodol, Pelindo Tanjung Wangi, dan Stasiun KA Banyuwangi Baru.

    Salah satu pengguna jasa transportasi laut, Dewiyanti asal Tangerang memilih pembelian tiket melalui online. "Lebih terjadwal dan menghindari antrean,” kata Dewi mengikuti mudik Lebaran 2017 ke Lampung, kampung halaman suami.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.