BPS Merasa Yakin Penerbangan Langsung Akan Dorong Pariwisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Desa Adat Tuban, Bali, 28 Maret 2017. Selama 24 jam bandara internasional itu berhenti beroperasi saat Hari Raya Nyepi, kecuali apabila ada pesawat yang harus mendarat darurat. Johannes P. Christo

    Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Desa Adat Tuban, Bali, 28 Maret 2017. Selama 24 jam bandara internasional itu berhenti beroperasi saat Hari Raya Nyepi, kecuali apabila ada pesawat yang harus mendarat darurat. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, penerbangan langsung tanpa singgah/transit atau direct flight diperlukan untuk mendorong pengembangan pariwisata. Sebab penerbangan langsung memudahkan para wisatawan baik asing maupun mancanegara untuk menjangkau suatu kawasan pariwisata.

    Baca: BPS: Penumpang Pesawat Mencapai 7,1 Juta Orang pada April

    “Ini perlu, untuk memudahkan para wisatawan untuk menjangkau kesana. Ongkos lebih murah, waktu efisien, enggak pakai transit,” tutur Suhariyanto di Kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Juni 2017.

    Menurut Suhariyanto, kenaikan jumlah turis asing dipengaruhi oleh dibukanya rute penerbangan internasional di beberapa bandara, sehingga terjadi kenaikan frekuensi penerbangan. Berdasarkan data BPS hari ini, jumlah kunjungan turis asing  ke Indonesia melalui 19 pintu utama pada April 2017 mengalami kenaikan sebesar 19,19 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

    Kenaikan jumlah kunjungan wisman tersebut terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara yang mencapai 312,82 persen. Kenaikan tersebut terjadi karena adanya penerbangan langsung dari beberapa kota di Cina, kemudian kenaikan kedua itu ada di Bandara Internasional Lombok yang mencapai 127,19 persen karena ada pengembangan Bandara Internasional di Lombok sehingga frekuensi penerbangan dari Brunei dan Malaysia mengalami peningkatan.

    Baca: Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Turun 6 Juta ...

    “Seperti saya bilang, kenaikan di Manado luar biasa. Lebih murah, efisien, enggak lelah. Karena itu direct flight di beberapa destinasi perlu dipikirkan," ucap Suhariyanto.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.