Inflasi, Menteri Darmin Sebut Ada Importir Bawang Kuasai Pasokan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata tumpukan bawang putih saat operasi pasar bawang putih di Semarang, Jawa Tengah, 2 JUni 2017. Operasi pasar yang digelar Kemendag bersama Kementan dan Pemkot Semarang tersebut menyediakan 29 ton bawang putih. ANTARA FOTO

    Pekerja menata tumpukan bawang putih saat operasi pasar bawang putih di Semarang, Jawa Tengah, 2 JUni 2017. Operasi pasar yang digelar Kemendag bersama Kementan dan Pemkot Semarang tersebut menyediakan 29 ton bawang putih. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai terdapat persoalan yang membuat harga bawang putih melonjak. Menurut Badan Pusat Statistik, bawang putih merupakan salah satu komoditas yang mengerek laju inflasi pada Mei 2017.

    "Kalau bawang putih memang ada yang tidak benar. Importirnya memang ada yang terlalu besar dan menguasai suplai. Itu harus dibereskan. Biar Mendag lah yang berurusan dengan importir itu," kata Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 2 Juni 2017.

    Baca: Turunkan Harga, Bulog Guyur 7 Ton Bawang

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa pada Mei 2017 terjadi inflasi sebesar 0,39 persen. Sementara itu, laju inflasi tahun kalender, yakni sepanjang Januari-Mei 2017, mencapai 1,67 persen dan laju inflasi dibandingkan Mei 2016 mencapai 4,33 persen. 

    Baca: Harga Bawang Putih di Pasar Modern Melonjak Jelang Ramadan

    Menurut data BPS, inflasi bulan ini salah satunya dipicu oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan, yakni sebesar 0,86 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2017 antara lain bawang putih dan daging ayam ras.

    Menurut Darmin, harga daging ayam ras sebenarnya sempat turun. Namun, beberapa pekan terakhir harga daging ayam ras mengalami kenaikan. "Tapi sebenarnya dia ingin mencapai angka yang masuk akal supaya jangan terlalu rendah. Kalau terlalu rendah, ternaknya bisa kesulitan," ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.