BPS: DKI Inflasi 0,49 Persen Menjelang Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, 18 Maret 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Pembangunan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, 18 Maret 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang Mei 2017 harga-harga di DKI mengalami inflasi 0,49 persen berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta dengan dominasi laju inflasi pada kelompok kesehatan 1,54 persen, kelompok bahan makanan 1,15 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,79 persen.

    Sumbangan inflasi dari kelompok bahan makanan diatas 0,03 persen diantaranya berupa daging ayam ras (0,0405 persen), telur ayam ras (0,0375 persen), bawang putih (0,0331 persen) dan daging sapi (0,0301 persen).

    “Kalau kita lihat menjelang lebaran tahun lalu inflasi 0,52 persen dibandingkan jelang lebaran sekarang. Jadi sebenarnya masih lebih rendah sedikit. Namun lebih relative terkendali di tahun lalu daripada sekarang.” ujar Kepala BPS DKI Jakarta, Thoman Pardosi, di Kantor BPS Salemba, Jumat, 2 Juni 2017.

    Baca
    KCIC Dilibatkan dalam Menentukan Lokasi Kereta Cepat
    Hari Pancasila, Menhub Ingatkan Soal Keberagaman
    Menteri Perhubungan Anjurkan Mudik Sebelum 23 Juni
    Pantau Mutu Udara, KLHK Targetkan 45 Alat Terpasang di Indonesia

    Menurut Thoman, kebijakan tentang harga pasar yang dikeluarkan pada akhir Mei tidak bisa membendung harga yang meningkat dikarenakan banyaknya permintaan tidak dapat dipenuhi oleh stok yang terbatas.

    “Pada akhir bulan Mei harga agak kurang terkendali sehingga angka inflasinya DKI Jakarta (0,49 persen) 0,10 persen di atas inflasi nasional (0,39 persen). Secara akumulasi Januari-Mei Jakarta 1,85 persen [laju inflasi].” ungkap Thoman.

    Inflasi juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 1,54 persen dengan indeks 119,81 pada April 2017 menjadi 121,65 pada Mei 2017. Seluruh sub pada kelompok kesehatan mengalami inflasi seperti sub kelompok jasa kesehatan 3,40 persen, sub kelompok jasa perawatan jasmani 0,80 persen, sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,50 persen dan sub kelompok obat-obatan 0,48 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?