Harga Emas Tergerus Tertekan Penguatan Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengambil 99,99 persen emas batangan murni di Krastsvetmet logam non-ferrous pabrik, salah satu produsen terbesar di dunia dalam industri logam mulia, di kota Siberia, Krasnoyarsk, Rusia 24 Oktober 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

    Seorang karyawan mengambil 99,99 persen emas batangan murni di Krastsvetmet logam non-ferrous pabrik, salah satu produsen terbesar di dunia dalam industri logam mulia, di kota Siberia, Krasnoyarsk, Rusia 24 Oktober 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

    TEMPO.CO, Chicago -Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data pekerjaan sektor swasta mendorong dolar Amerika Serikat  menguat di tengah meningkatnya ekspektasi untuk kenaikan suku bunga berikutnya pada Juni.

    Baca: Harga Emas Berjangka Menguat Karena Pelemahan ...

    Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun USD 5,3  atau 0,42 persen, menjadi menetap di USD 1.270,10 per ounce.

    Menurut data yang dirilis pada Kamis 1 Juni 2017, perusahaan-perusahaan swasta AS menambahkan 253.000 pekerjaan pada Mei, sebuah indikasi kinerja ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.

    Hal ini memperkuat harapan bahwa Federal Reserve AS akan kembali menaikkan suku bunga utamanya selama pertemuan Juni, yang pada gilirannya akan mendorong nilai dolar AS lebih tinggi.

    Indeks dolar AS naik 0,33 persen menjadi 97,17 pada pukul 16.46 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar naik, emas berjangka akan turun.

    Sementara itu, Dow Jones Industrial Average AS naik 75,99 poin atau 0,36 persen pada pukul 16.56 GMT. Ketika ekuitas menguat, emas berjangka biasanya turun.

    Baca: Harga Minyak Bervariasi, Ini Penyebabnya

    Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 12,5 sen atau 0,72 persen, ditutup pada 17,288 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 21,3 dolar AS, atau 2,24 persen, menjadi menetap di 929 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.