Sandiaga Uno Ingin BUMD Melantai Di Bursa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno, akan mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melantai di bursa (Initial Public Offering/IPO). Dia mengatakan BUMD harus mampu mandiri.

    "Jadi BUMD pada satu titik harus mampu berdiri di kaki sendiri, bukan hanya mengandalkan penyertaan modal pemerintah," kata dia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 2 Juni 2017. 

    Baca: BEI: 35 Ribu Investor Baru Masuk ke Pasar Saham

    Setelah resmi menjabat, Sandi akan mencoba menghadirkan pengelolaan BUMD yang tangguh melalui penawaran saham ke publik. Dia mengatakan BUMD itu akan mampu bersaing di era globalisasi. "Jadi pada saatnya kami memang akan mendorong di bawah pengelolaan Pemprov DKI untuk melantai di bursa," katanya.

    Baca: Kondisi Ini Bisa Membuat IHSG Tembus 6.00

    Sandi belum ingin berkomentar mengenai BUMD yang sudah siap IPO karena khawatir mengganggu kinerja perusahaan. Ia mengatakan masih menunggu masukan dari tim sinkronisasi.

    "Kami harus hati hati karena BUMD memiliki bisnis plan sendiri," katanya. Sandi pun berencana mempelajari terlebih dahulu rencana bisnis perusahaan dan kebutuhan modalnya.

    Sandi mengatakan saham di sektor transportasi, teknologi digital, dan digital merupakan saham yang paling menarik saat ini. Dia memastikan akan memprioritaskan kolaborasi pengaksesan modal dengan Bursa Efek Indonesia untuk mewujudkan rencananya. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.