Wall Street Catat Rekor Terimbas Rilis Data Ekonomi AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Richard Drew

    AP/Richard Drew

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul rilis data ekonomi terbaru yang menunjukkan meningkatnya laju perekonomian.

    Baca: Data Perumahan Suram, Wall Street Berakhir Turun

    Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,65 persen ke 21.144,18. Sedangkan indeks S&P 500 menanjak 0,76 pesen ke 2.430,06 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,78 persen atau 48,31 poin ke posisi 6.246,83.

    Baik indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kemarin mencatatkan level penutupan tertingginya.

    Laporan ketenagakerjaan sektor swasta ADP menunjukkan pertambahan sebesar 253.000 pekerjaan pada bulan Mei. Angka itu jauh di atas prediksi para ekonom dalam survei Reuters untuk pertambahan sebesar 185.000 pekerjaan.

    Laporan tersebut dapat mengindikasikan kuatnya laporan payroll pemerintah yang akan dirilis hari ini waktu setempat. Laporan itu mencakup perekrutan di sektor publik dan swasta, yang dapat memperkuat ekspektasi penaikan suku bunga oleh bank sentral AS The Federal Reserve dalam dua pekan ke depan.

    “Data ketenagakerjaan menjadi pendorong. Ini menjadi pertanda baik bagi The Fed. Angka kemungkinan (kenaikan) tersebut untuk Juni tentunya sangat tinggi,” kata Paul Springmeyer, Direktur Pelaksana Investasi Private Client Reserve, seperti dikutip dari Reuters Jumat, 2 Juni 2017.

    Selain data ADP, sebuah laporan terpisah menunjukkan meningkatnya aktivitas pabrik pada bulan Mei setelah dua bulan berturut-turut melambat.

    Ketua Federal Reserve wilayah San Francisco John Williams pada hari Rabu mengatakan meski melihat tiga kenaikan suku bunga tahun ini, ia juga berpendapat bahwa empat kenaikan suku bunga akan pantas jika ekonomi mendapat dorongan yang tidak terduga.

    Sementara itu, anggota Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell, seorang pembuat kebijakan yang berpengaruh, mengatakan kepada CNBC bahwa dia memperkirakan adanya tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini.

    Baca: Trump Komentar Soal Dolar, Bursa Wall Street Memerah

    Menurut data Thomson Reuters, para pedagang saat ini melihat 88,9 persen kemungkinan untuk penaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh The Fed pada pertemuan kebijakan tanggal 13-14 Juni.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.