Minyak Melemah Karena Produksi Libya Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Hasan Jamali

    AP/Hasan Jamali

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak global turun pada Rabu atau Kamis pagi WIB, 1 Juni 2017, karena produksi Libya telah pulih dari masalah teknis di sebuah ladang minyak utamanya.

    Produksi minyak Libya telah meningkat menjadi 827.000 barel per hari, naik di atas puncak tiga tahun 800.000 barel per hari yang dicapai awal bulan ini, setelah sebuah masalah teknis yang melanda ladang minyak Sharara terpecahkan, menurut laporan media pada Rabu, 31 Mei 2017.
    Para analis mengatakan investor khawatir bahwa upaya pemotongan produksi oleh produsen-produsen minyak utama dunia akan dirusak oleh produsen-produsen di luar kesepakatan.

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, kehilangan 1,34 dolar AS menjadi menetap di 48,32 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, berkurang 1,53 dolar AS menjadi ditutup pada 50,76 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian laporan Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.