Hindari Kemacetan, Warga Kalteng Pilih Mudik Lebih Awal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berjalan usai turun dari kapal KM Dorolonda di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 9 Juli 2016. Sejumlah pemudik khususnya penumpang kapal di pelabuhan ini mulai mengalami kenaikan usai kembali dari kampung halamannya ke Jakarta pada H+3 Lebaran. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Penumpang berjalan usai turun dari kapal KM Dorolonda di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 9 Juli 2016. Sejumlah pemudik khususnya penumpang kapal di pelabuhan ini mulai mengalami kenaikan usai kembali dari kampung halamannya ke Jakarta pada H+3 Lebaran. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang saat puncak arus mudik. "Kalau pulang lebih awal itu enak karena tidak perlu berdesakan. Kami juga bisa berada di kampung lebih lama, mumpung tahun ini bisa mudik," kata Saman Suardianto, warga Sampit, Rabu 31 Mei 2017.

    Saman akan pulang ke Surabaya bersama rombongan keluarganya yang berjumlah 14 orang. Dia sudah membeli tiket kapal milik PT Pelni untuk keberangkatan tanggal 18 Juni nanti.

    Baca: Arus Mudik Lebaran Diprediksi Lancar, Ada 10 Pintu Keluar Brexit

    Pedagang bakso ini mengaku terbiasa pulang lebih awal untuk menghindari puncak arus mudik. Menurut dia, mudik lebih awal terasa nyaman karena kapal masih tidak terlalu padat penumpang.

    "Kami mudik menggunakan kapal karena jauh lebih murah dibanding naik pesawat. Suasana di kapal saat ini juga jauh lebih nyaman dibanding dulu karena kini muatan dibatasi hanya sesuai kapasitas kapal," kata Saman.

    Sementara itu, beberapa hari terakhir kantor PT Pelni di Jalan Achmad Yani Sampit, dipadati antrean warga yang hendak membeli tiket. Berdasarkan pengumuman yang ditempel di kaca kantor tersebut, jadwal keberangkatan tujuan Semarang pada 19, 20 dan 22 Mei, dinyatakan penuh.

    Baca: Kecelakaan Disaat Mudik, Nilai Santunan Naik 100 Persen

    "Kami memberlakukan sistem buka tutup agar tidak ada penumpukan di hari tertentu. Kalau sudah penuh, kami tidak bisa lagi menjual tiket," kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Agus Suprijatna. Penumpang, kata dia, jangan berharap bisa membeli tiket jika kapal sudah penuh.

    Kapal milik PT Pelni rata-rata berkapasitas 1.600 penumpang. Pelni makin memperketat sistem penjualan tiket dan pemeriksaan penumpang untuk mencegah masuknya penumpang ilegal. "Harus sesuai identitas. Sistem kontrol kami jalankan. Pembelian tiket harus melampirkan KTP. Saat check in akan ketahuan jika ada tiket palsu," kata Agus.

    PT Pelni tidak memberlakukan kenaikan tarif tiket kapal karena mengacu batas tarif yang ditetapkan oleh pemerintah. Agus yakin penumpang mereka tahun ini akan meningkat.

    Menurut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, pada musim mudik lebaran tahun ini PT Dharma Lautan Utama menyiapkan delapan call atau keberangkatan, sedangkan PT Pelni sebanyak sembilan call. Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan hanya sekitar 16.000 orang, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 25.000 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.