Rokok Elektrik Diusulkan Kena Cukai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kaos bertuliskan `Ini Bukan Roko, Ini Vapor` dijual saat berlangsungnya kompetisi Vapor Cloud di Vape Summit 3 di Las Vegas, Nevada, 2 Mei 2015. REUTERS

    Sebuah kaos bertuliskan `Ini Bukan Roko, Ini Vapor` dijual saat berlangsungnya kompetisi Vapor Cloud di Vape Summit 3 di Las Vegas, Nevada, 2 Mei 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Rokok elektrik seperti vape yang saat ini mulai marak digunakan di Indonesia dinilai potensial untuk dikenakan cukai, demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center for Indonesia TaxationAnalysis (CITA), Yustinus Prastowo.

    "Menurut saya basic dari cukai adalah pajak atas kenikmatan yang mempunyai dampak negatif. Jadi, ya harus dikenakan cukai," kata dia, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017.

    Yustinus berpendapat, rokok elektrik pada dasarnya sama dengan rokok batangan yang memberikan dampak negatif bagi kesehatan, sehingga sama-sama perlu dikendalikan penggunaannya. "Jadi memang menurut saya, mau diberi nama apapun, kalau itu bisa dikategorikan sebagai rokok ya harus dikenakan cukai. Karena jangan sampai menjadi modus untuk menghindari cukai," kata dia.

    Baca
    Mudik Lebaran, Rieke Tantang Dirut BUMN Mundur
    Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen
    DPR Sebut Target Perpajakan Tak Masuk Akal

    Terkait pengenaan cukai, dia mengatakan, pada dasarnya cukai dikenakan untuk mengendalikan konsumsi masyarakat terhadap barang tertentu.Namun, cukai juga kerap dianggap sebagai sumber pendapatan negara. Sehingga, untuk mengantisipasi hal itu, seyogianya pengenaan cukai diperluas terhadap objek baru, bukan justru konsumsinya yang semakin meningkat.

    "Tujuan cukai itu untuk mengendalikan konsumsi. Tapi ironinya malah pendapatannya meningkat terus. Menurut saya, itu harusnya ada perluasan objek, salah satunya ya ini (rokok elektrik)," ucap Yustinus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.