OJK Luncurkan Akses Keuangan Syariah untuk Jemaah Masjid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan Nota Kesepahaman Koordinasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Sektor Jasa Keuangan, dilakukan oleh Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifai dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, di kantor OJK, Lapangan Banteng, Jakarta, 27 Januari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Penandatanganan Nota Kesepahaman Koordinasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Sektor Jasa Keuangan, dilakukan oleh Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifai dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, di kantor OJK, Lapangan Banteng, Jakarta, 27 Januari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Surabaya - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur meluncurkan AKSI UMMAD alias “Akses Keuangan Syariah untuk Masyarakat Mandiri Berbasis Masjid”, hari ini, Selasa, 30 Mei 2017. AKSI UMMAD ialah program yang dirancang untuk memberikan akses keuangan syariah bagi jemaah masjid dan masyarakat di sekitar masjid.

    “Dengan program ini, kami berharap masjid akan kembali menjadi pusat aktivitas umat Islam, baik sebagai pusat pendidikan, kegiatan sosial, pengembangan ekonomi, dan tempat musyawarah untuk memecahkan permasalahan umat," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad dalam sambutannya di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa 30 Mei 2017.

    Baca: Genjot Market Share Keuangan Syariah, OJK Terapkan Strategi Ini

    Selain itu, kata Muliaman, tujuan utama AKSI UMMAD ialah untuk meningkatkan fungsi dan peran masjid sebagai pusat dakwah dan kemandirian ekonomi umat. Termasuk peran Lembaga Zakat, Infak, Shadaqah, dan Wakaf (ZISWAF) dalam pemberdayaan umat serta meningkatkan peran lembaga jasa keuangan syariah dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

    Muliaman menegaskan, peran aktif pengurus masjid dalam mengelola dana umat sangat penting. "Ini supaya akses keuangan masyarakat lebih baik, sehingga tercapai keadilan ekonomi dan kesejahteraan."

    Baca: OJK Akan Bentuk Lembaga Keuangan Syariah Baru

    AKSI UMMAD diluncurkan pertama kali di provinsi Jawa Timur atas gagasan Kantor Regional 4 Jawa Timur beserta para pegiat keuangan syariah di sana. Dengan begitu, Jawa Timur dinilai dapat menjadi tonggak awal kembalinya kemakmuran masjid serta mengembalikan fungsi masjid.

    "Kami coba dulu di Jawa Timur. Nanti kalau sudah tertata dan tertib, baru provinsi lainnya," ucapnya.

    Selain Masjid, Lembaga ZISWAF dan Perbankan Syariah, Program AKSI UMMAD juga mengintegrasikan kontribusi dari kalangan akademisi, ulama, dan para praktisi. Kelak, mereka yang akan berperan aktif dalam mendampingi para pengurus dan jamaah masjid yang menjadi peserta program.

    Keterlibatan pihak perguruan tinggi ini dalam rangka pendampingan spiritual dan peningkatan kapasitas usaha.

    "Dosen-dosen kampus saya minta untuk membantu managerial skill karena mengelola dana ini butuh keterampilan khusus," tutur dia.

    Sementara itu, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Sukamto, menyebutkan bahwa dalam program AKSI UMMAD ini didukung oleh 6 masjid percontohan. Antara lain Masjid Al Falah, Surabaya; Masjid Al Muhajirin, Gresik; Masjid Jenderal Sudirman, Surabaya; Masjid As Sa'adah, Surabaya; Masjid 'Aqaba, Sidoarjo; dan Masjid Roudlotul Ilmi, Gresik.

    Ditambah pula 6 LAZISWAF, 5 Perguruan Tinggi, dan 4 lembaga negara dan asosiasi. Adapun dua perbankan syariah telah menyatakan keikutsertaannya, yakni Bank Bukopin Syariah dan Bank Jatim unit usaha Syariah. “Dengan kolaborasi ini, Kami berharap agar seluruh pegiat keuangan syariah di Jawa Timur akan semakin solid dalam melakukan langkah-langkah kongkrit untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah di Jawa Timur," tutur Sukamto.

    Grand Launching AKSI UMMAD diawali dengan Seminar dengan tema Aksi Kebangkitan Ekonomi Umat Melalui Masjid. Narasumber yang hadir berasal dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Masjid Jogokaryan Yogyakarta.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.