Utang Naik Rp 17 Triliun, Menko Darmin: Masih Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darmin Nasution. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Darmin Nasution. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Total utang pemerintah naik Rp 17 triliun dalam sebulan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan utang masih dalam batas aman meski tumbuh tinggi.

    Darmin mengatakan, meski utang meningkat, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih di bawah batas 30 persen. "Jika dibandingkan negara lain, utang Indonesia juga masih di bawah kebanyakan negara," kata dia Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2017.

    Baca: Utang Luar Negeri RI Akhir 2016 Mencapai US$ 317 Miliar

    Di Jepang dan Amerika Serikat, kata dia, rasio utang terhadap PDB melebihi 100 persen. Utang Indonesia hingga April 2017 tercatat sebesar Rp 3.667,41 triliun. Jumlahnya meningkat dibandingkan bulan lalu yang sebesar Rp 3.649,75 triliun.

    Darmin mengatakan kenaikan utang dipicu banyaknya proyek pembangunan. Dia mengatakan pemerintah juga berupaya mengubah skema pembiayaan berbagai proyek agar tidak terus bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Supaya jangan minjem terus," katanya.

    Baca: Sri Mulyani Sebut Rasio Utang Cukup Tinggi, Namun

    Darmin mengklaim upaya tersebut sudah mulai terlihat. Dia mencatat sekitar 60 persen proyek strategis nasional dibiayai oleh non pemerintah, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Darmin mengatakan pemerintah saat ini berusaha mengundang investor. Pihaknya juga mendorong BUMN menanamkan modal di proyek infrastruktur pemerintah.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.