Adhi Karya Siapkan Rp 9 Triliun untuk LRT Jabodebek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan kereta api ringan atau LRT (light rail transit) tahap pekerjaan bentang panjang atau longspan yang menyebabkan sering terjadinya kemacetan akibat penyempitan jalan, di ruas jalan Cawang MT Haryono, Jakarta, 22 Mei 2017. Pembangunan fasilitas LRT yang menghubungkan Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi hingga saat ini telah menghabiskan Rp 3,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Suasana pembangunan kereta api ringan atau LRT (light rail transit) tahap pekerjaan bentang panjang atau longspan yang menyebabkan sering terjadinya kemacetan akibat penyempitan jalan, di ruas jalan Cawang MT Haryono, Jakarta, 22 Mei 2017. Pembangunan fasilitas LRT yang menghubungkan Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi hingga saat ini telah menghabiskan Rp 3,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto menyatakan bahwa perusahaannya siap menggelontorkan dana hingga Rp 9 triliun apabila dibutuhkan untuk membiayai proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tahap I.

    "Sampai sekarang kami sudah mengeluarkan Rp 3,5 trilun," kata Budi saat ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Senin, 29 Mei 2017. Nilai investasi prasarana untuk proyek ini mencapai Rp 23,3 triliun. Adapun nilai investasi sarana proyek mencapai Rp 3,7 triliun.

    Baca: Perpres LRT Terbit, Ini Perkembangan Proyek LRT Jakarta

    Awal Februari lalu, Adhi Karya telah menandatangani kontrak pembangunan proyek dengan Kementerian Perhubungan. Budi menargetkan, kontrak pembayaran proyek dengan PT Kereta Api Indonesia dapat ditandatangani pada Juli atau Agustus mendatang.

    Hingga kini, menurut Budi, pembangunan proyek untuk rute Cibubur-Cawang telah mencapai 25 persen. Untuk rute Bekasi Timur-Cawang, pembangunannya telah mencapai 15 persen. Adapun pembangunan proyek untuk rute Cawang-Dukuh Atas baru mencapai 2 persen.

    Simak: Berkunjung ke Palembang, Sri Mulyani Senang Melihat Proyek LRT

    Budi mengatakan pembebasan lahan untuk proyek tersebut masih dalam tahap negosiasi dengan pihak-pihak terkait. Sebagian besar lahan, yakni seluas 10 hektare, berada di Bekasi Timur. Sementara itu, lahan seluas 1 hektare yang harus dibebaskan berada di Cibubur.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.