Enam Perusahaan Indonesia Masuk Daftar 2.000 Emiten Kakap Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri ke kanan: Dirut PT Telkom Alex Sinaga, Deputi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Hambra, Sekretaris Menteri BUMN Imam A. Putro saat konferensi pers peluncuran Kartu BUMN di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Kamis, 13 April 2017. TEMPO/Diko Oktara

    Dari kiri ke kanan: Dirut PT Telkom Alex Sinaga, Deputi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Hambra, Sekretaris Menteri BUMN Imam A. Putro saat konferensi pers peluncuran Kartu BUMN di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Kamis, 13 April 2017. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Forbes kembali merilis perusahaan emiten kakap di dunia yang masuk The 2017 Global 2000. Indikator penilaian berdasarkan penjualan, keuntungan, aset, dan nilai pasar.

    Baca: Sepertiga Miliarder Terkaya di Asia Pasifik Akan Bagi-bagi Aset

    Dalam daftar 2.000 perusahaan besar Forbes tersebut, enam di antaranya berasal dari Indonesia. Keenam perusahaan itu, yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Central Asia, PT Telkom, BCA, Bank Negara Indonesia, dan Gudang Garam.

    Bank BRI berada di peringkat 386 dengan pendapatan US$ 8,3 miliar, laba US$ 2 miliar, aset US$ 74,5 miliar, dan nilai US$ 24,2 miliar. Berikutnya Bank Mandiri di peringkat 494 dengan pendapatan US$ 7,5 miliar, laba US$ 1 miliar, aset US$ 77,1 miliar, dan nilai pasar US$ 21,4 miliar.

    Bank Central Asia berada di peringkat 564 dengan pendapatan US$ 4,8 miliar, laba US$ 1,5 miliar, aset US$ 50,2 miliar, dan nilai pasar US$ 32,1 miliar. Perusahaan pelat merah, Telkom Indonesia, berada di peringkat 653 dengan pendapatan US$ 8,7 miliar, laba US$ 1,5 miliar, aset US$ 13,3 miliar, dan nilai pasar US$ 30,4 miliar.

    Perusahaan lain, Bank Negara Indonesia, ada di urutan 924 dengan pendapatan US$ 4,4 miliar, laba US$ 0,85 miliar, aset US$ 44,8 miliar, dan nilai pasar US$ 9,1 miliar. Terakhir, Gudang Garam di peringkat 1.373 dengan pendapatan US$ 5,7 miliar, laba US$ 0,5 miliar, aset US$ 4,7 miliar, dan nilai pasar US$ 9,9 miliar.

    Berada di peringkat pertama adalah Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Peringkat kedua China Construction Bank (CCB), kemudian Berkshire Hathaway Inc di urutan ketiga. Berada pada peringkat keempat dan kelima masing-masing JP Morgan Chase dan Wells Fargo.

    FORBES | DEWI RINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!